Saat aku sudah memutuskan hatiku untuk melabuhkannya padamu maka pada saat itu pula aku akan menyerahkan hatiku sepenuhnya, Jika aku sudah bilang aku mencintaimu maka aku akan sepenuh hatiku untuk tulus mencintaimu, mesti terkadang apa yang aku lakukan justru membuatku sakit. Bahkan jika dalam hubungan ini aku dikecewakan, aku akan memilih untuk diam dan memendam semuanya.

Jika kamu membuat kesalahan aku juga akan sepenuh hati untuk memaafkan, bukan tanpa sebab, aku melakukan semua itu melainkan untuk mempertahankan semua. Berharap bahwa kamu adalah satu – satunya akhir dari pencarianku, tempat di mana hatiku akan berlabuh dan menyandarkan cinta untuk selamanya .

Awalnya aku pikir cinta itu indah seperti yang digambarkan dalam cerita romansa di novel maupun dongeng yang ceritanya selalu dibumbui dengan kisah manis nan romantis, tapi ternyata keadaan yang ada tidak demikian, kenyataan yang ada jauh dari kata indah. Jauh dari yang kubayangkan, entah bagaimana awalnya hingga semua terjadi seperti ini. Cinta yang kukira indah ternyata malah membuatku sakit.

Aku memang hanya manusia lemah yang akan menangis jika tersakiti, aku bukan Wonder Woman yang punya hati sekuat baja, aku bisa menipu orang lain dengan bilang aku baik – baik saja, tapi aku tidak bisa terus menipu diriku sendiri bahwa aku tidak baik – baik saja. Sakit…… Rasanya sakit sekali harus selalu berpura – pura baik di hadapan semua orang padahal aku terluka, sejujurnya aku rapuh tapi aku terpaksa harus berpura – pura kuat.

Saat kau mengecewakanku aku memilih untuk diam dan mengalah tapi itu bukan alasan untuk terus menyakitiku, aku menutupi kekecewaanku dan aku terus menutupi rasa sakitku itu semua aku lakukan hanya demi kamu, agar semua orang tau kamu adalah sosok yang sempurna. Biarlah aku saja yang menanggung ini semua, aku melakukan itu juga karena aku tidak ingin orang orang yang menyayangiku ikut terluka sepertiku, ikut merasakan rasa sakit sepertiku. Aku tidak akan menuntutmu karena aku yakin kekecewaanku akan terbayar indah pada waktunya.

Advertisement

Aku sudah memilihmu untuk melengkapiku, baik burukmu aku terima dengan lapang dada, aku sudah memilihmu dan karena itu aku akan berusaha mempertahankanmu, menjaga keutuhan kita, karena aku ingin menjadi orang yang setia dan orang yang tulus menerima segala baik dan burukmu, Aku hanya ingin memegang tanganmu di saat-saat terakhirku dan kamu menungguku dengan setia ketika aku menutup mata. Karena itu aku memperjuangkanmu, menjagamu dengan sepenuh hatiku dengan segala yang aku bisa.

Meskipun sangat sulit tapi aku akan berusaha untuk selalu memaafkanmu, aku akan berusaha mengikhlaskan segala sakit hatiku karenamu, naif jika aku bilang aku tidak sakit. Andaikan kamu tahu rasanya seperti apa, rasanya sakit sekali hingga aku terkadang tidak sanggup menahannya. Taukah kamu, ketika kamu menyakiti dan mengecewakanku hanya air mata yang sanggup untuk mengatakannya karena aku tidak lagi sanggup menafsirkan dengan kata-kata. Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan agar kamu dibukakan hatinya, tapi semakin lama aku sadar bahwa itu adalah hal mustahil.

Hei kamu, tak sadarkah kamu atas semua yang sudah kamu lakukan? Saat ini memang aku masih membuka pintu maaf untukmu. Aku memang selalu mengalah untukmu, tapi bukan berarti itu alasan kamu mengulangi kesalahan yang sama. Jika aku sudah benar – benar lelah aku bisa saja pergi dari sisimu kapan pun yang aku mau, tapi aku tidak akan melakukannya.

Aku mohon berhenti melakukan semua ini. Berhenti membuatku merasa sakit, berhenti menorehkan lagi luka di hatiku sementara luka yang lalu belum juga sembuh. Berhenti membuatku meneteskan air mata. Aku mohon padamu, lihatlah aku beberapa detik saja… Lihatlah berapa luka yang sudah kamu torehkan untukku, berapa air mata yang kujatuhkan untuk menangisimu.

Aku memang pernah berdoa, jika tidak dalam waktu dekat ini, mungkin dalam waktu yang cukup lama nantinya kamu pun akan merasakan seperti apa yang aku rasakan. Kamu yang menyakiti akan disakiti, kamu yang mengkhianati pasti akan dikhianati, dan yang melukai akan dilukai. Doaku memang terdengar kurang baik, tapi percayalah aku tidak sepenuh hati mendoakanmu seperti itu.

Aku mencintaimu sangat mencintaimu, tapi bukan berarti kamu bisa terus menyakitiku.