"Tulisan ini didekasikan kepada si penyimpan rahasia yang akan selalu ada disekitar kehidupan"

Tidak sadarkah kamu si penyimpan rahasia, dengan wajah penuh kemisteriusan . Bukannya ingin menjadi si sok tahu, tapi lihatlah kehidupan sekitarmu, rahasiamu itu tidak membawa keuntungan apa-apa bagimu. Memang menjaga rahasia itu baik, namun ada kalanya kamu patut tahu etika menjaga rahasia. Rahasia yang diceritakan seseorang itu seharusnya tidak kamu jadikan senjata untuk menambah teman, atau mempererat pertemanan yang hampir putus.

Aku memang bukanlah Tuhan yang tahu segalanya, tapi entah kenapa aku cukup mampu membaca gerak kehidupan disekitarmu. Maaf sekali lagi, bukannya ingin menjadi si sok tahu. Tapi aku tahu arah rahasia yang kamu sembunyikan. Memang mungkin tidak lantas bisa aku lontarkan padamu "Aku tahu rahasia mu". Tapi semuanya terlihat jelas di mata ku.

Seharusnya tidak kamu pasang lagi wajah itu, wajah dengan senyum sok tahu, wajah dengan putaran bola mata yang sangat menyebalkan, membuat orang disekitarmu menjauh, membuat kehidupanmu menjauh juga. Aku memang tidak akan ikut menjauh. Tidak akan pergi dari sisimu, meski aku benci sikap sok rahasia mu, tapi aku akan tetap tinggal untuk melihatmu sejauh mana si Rahasia menjadi tidak berkutik dalam keterdiamannya menyimpan rahasia yang sedikit demi sedikit dilontarkan agar mendapat keuntungan diri. Sejauh mana kehidupan si Rahasia mengalir menjadi lautan kepalsuan hidup.