Ini bukanlah kisah tentangku semata. Tapi ini adalah sebuah kisah tentang kita yang sama-sama merasakannya. Kisah bagaimana kita saling menguatkan dan berjuang bersama. Itu semua kita lakukan untuk orang-orang tercinta. Sama seperti diriku, kalian juga berharap bisa selalu bersama. Kita memang dipertemukan untuk menjadi orang-orang yang kuat.

Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Kuakui, kita adalah orang-orang hebat yang bertarung melawan kerasnya hidup ini. Kuliah dan bekerja bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani. Tapi dibalik beragam cobaan itu masih ada kebahagiaan yang bisa membuat kita tersenyum. Ya. Memang terkadang kita iri pada orang lain, yang hidupnya sudah baik-baik saja dari lahir. Kita tidak bisa menyalahkan Tuhan dan kita juga tidak bisa dibilang manja.

Itu adalah suatu hal yang wajar. Jika orang lain hanya belajar, tapi kita adalah belajar dan bekerja. Kita bukanlah pekerja yang high class tapi pekerja yang mengajari kita bagaimana arti penting hidup ini. Dari situ kita banyak belajar. Bagaimana susahnya mencari uang. Karena itu juga kita menjadi orang-orang yang saling memahami.

Dari pagi sampai sore hari bekerja dilanjutkan dengan kuliah sampai larut malam. Belum lagi ditambah dengan tugas-tugas yang terkadang membuat kita berkelimpungan. Tapi hebatnya, akan ada diantara kita yang selalu mengingatkan untuk mengerjakan tugas bahkan sampai titip surat ijin yang jarang sekali masuk. Seringkali saat pulang kuliah sudah larut malam, tapi kita masih menyempatkan diri untuk makan nasi goreng dan bakso dikampus sebelah. Soal rasa bisa nomor 6 dan 7, yang penting banyak dan bikin kenyang, eitss jangan lupa harus murah.

Seharian kerja dan harus kuliah lagi tidak mematahkan semangat kita. Terkadang malas untuk kuliah tapi wajah kalian tidak pernah absen hadir setiap harinya, itu membuat semangat kuliah pulih seketika. Wajah-wajah kucel dan bau keringat yang baunya tidak sedap dirasakan bersama. Tidak hanya itu, satu cobaan lagi yang harus dilawan yaitu rasa ngantuk yang begitu tidak tertahankan. Untung saja kita mempunyai dosen yang pengertian dan lumayan ganteng. Ya setidaknya bisa cuci matalah.

Advertisement

Bersama kalian aku merasakan nyamannya kebersamaan itu. Aku tidak harus menyembunyikan sebagian dari diriku, aku tampil apa adanya. Aku yang seorang sangat tertutup akan masalah pribadiku seakan tersihir oleh kalian. Dengan kalian aku bisa bercerita apa saja. ya benar bercerita bukan berarti menyelesaikan permasalahan tapi setidaknya kalian bisa menjadi pendengar yang baik. Kalian akan menghujaniku dengan saran-saran dan semangat yang luar biasa. Betapa bahagianya diriku memiliki kalian.

Jika diingat kembali, Semua hal konyol akan menjadi lucu. Bahkan sebuah hal kecilpun bisa membuat kita tertawa sampai sakit perut. Bahkan dia yang selalu dikerjain yang sudah naik jabatan sekarang selalu melakukan hal-hal konyol yang membuat kita semua tertawa. Dibalik kesedihan masih ada senyuman bahagia. Itu semua karena kalian. Saling menyemangati, saling menguatkan, saling berbagai beban kita merasakannya bersama-sama. Karena itulah semua beban dan cobaan itu seperti angin lewat saja. kita bahkan tidak sempat untuk mampir nangis sebentar. Tidak! Karena kita akan selalu bersama-sama melewati semua rintangan itu.

Berbagai macam karakter dan rupa yang kita miliki. Tapi itu semua menjadikan kita lebih akrab untuk mengenal satu dengan yang lain. ya aku tidak bisa menyebutnya satu persatu tapi aku tahu kita mempunyai kekuarangan dan kelebihan. Terkadang kita memang menyebalkan dan membuat orang lain sakit hati ya itu mungkin tingkat kesensitifannya yang tinggi. Tapi dengan keadaan yang demikian mengajari kita karakter masing-masing. Mengajari kita untuk lebih menghargai orang lain.

Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. Jujur saja, aku sangat beruntung bisa mengenal kalian. Itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku.

Terima kasih untuk pengalaman yang begitu istimewa.

Terima kasih untuk tawanya.

Terima kasih untuk waktu yang kita habiskan bersama.

Jika kamu mempunyai seseorang yang membuatmu bahagia di dunia meskipun sebenarnya kamu tidak menyukai dunia itu. Maka kamu akan menyukai dunia itu juga.

Teruntuk sahabatku: Deby Panda, Eka Pokong, Vita, Bul-bul, Bugem, Hartono, Dwi, Zoro, Tommy, Joseph