Aku adalah pengagum yang tahu diri, semenjak komunikasi yang kini ku lakukan hanya bermodal sebuah tanda dalam aplikasi ini. Aku hanya bisa menerka, tanpa tahu apa sebenarnya dan bagaimana sebenarnya dirimu padaku. Aku tahu bahkan untuk membaca pesanku saja mungkin kau tak sempat, oh bukan bukan karena tak sempat, tapi enggan. Aku hanyalah secuil kertas yang terbang ketika diterjang angin lalu jatuh di daratan dan diinjak oleh orang-orang. Tapi aku tetap masih punya kesempatan bukan, sekedar menyapamu yang pada akhirnya aku respon itu tetap akan menjadi tanda tanya tanpa sebuah jawaban yang pasti.

Pengharapan yang menaruh harapan besar pada tanda ceklis yang akan berubah pada tanda deliver atau read atau akan tetap ceklis selamanya. Biarlah ini menjadi urusanku, bagaimana kamu kepadaku itu bukan urusanku.