Tuhan, dengan cara apalagi aku bersyukur dengan segala anugrahmu yang kau beri sujud sembahku setiap hari tak mampu memlukiskan betapa bahagianya aku memiliki Tuhan sepertimu, tentang nafas yang sampai saat ini kau beri, tentang usia yang semakin beranjak dewasa dan utamanya tentang kesehatan yang masih selalu kau beri untukku. Terimakasih tuhan akan kasih sayangmu yang selalu menjagaku dari segala kekerasan dunia ini, sebagai tempat teduhku untuk kembali saat dunia ini semakin jahat dan sebagai pelindungku dari segala ketidakadilan dunia ini.

Tuhan.. terima kasih atas kasih & kasihmu bahwa aku masih tetap hidup tanpaNya lagi, aku kira dulu aku akan mati bila tak bersamaNya, nyatanya? Aku masih tetap hidup tanpaNya 😉
tuhan… sekarang aku menyadari mengapa engkau menghancurkan harapanku kemarin, tentang mimpi indah bersamaNya, tentang aku dan Nya utama, karna engkau hanya ingin aku kembali padamu.
maafkan aku tuhan selama ini selalu melupakan dan menomor duakanmu dibandingNya, aku sadar bahwa aku diciptakan olehmu patut rasanya ku junjung rasa syukur utamanya karna aku memlikimu bukan memilikiNya.
Tuhan… diantara sepi dan lelahku nikmat kasihmu masih selalu kurasa dalam denyut dan aliran darahku, entahlah mengapa aku terlalu bodoh kemarin.

Tuhan… berkat kuasamu sepi dan sendiri mengajariku akan arti Kekuatan yang luar biasa, detik demi detik, hari demi hari kulalui dengan sempurna. Titik dimana baru aku menyadari bahwa wanita kuat itu ada, karna kuasamu setahun lebih aku berdiri diantara mereka-mereka yang sibuk memikirkan duniawi, syukurlah imanku kuat tak ada ragu ataupun malu menghadapi kejamnya dunia ini dengan sendiri, lelah kurasa wajar namun kekuatan darimu selalu menguatkan ku, kecewa apalagi namun kembali lagi kuasamu lebih sempurna dibanding kejamnya dunia ini.

Menyesal.. hal yang selalu hadir ketika aku baru menyadari bahwa janji janjimu itu ada, mengapa aku harus menjalani masa muda dengan hebohnya duniawi, mengapa aku harus mengenal sosokNya yang begitu menyakitkan bagiku, mengapa harus kulewati hari demi hari bersamaNya dalam itungan tahun, mengapa aku terlalu sibuk bergaul dengan lingkungan yang sibuk memikirkan duniawi, mengapa aku harus mengenal hal-hal negatif yang ada di sekeliling, mengapa masa masa kemarin aku masih sibuk dengan duniawiku. Astagfirullah maafkan aku dengan segala dosa dosa ini yatuhan segala bentuk nakal dan khilafku tentang duniawi, semua adalah proses dan proses, proses berusaha menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, berusaha memantaskan diri menjadi makhluk ciptaanmu.

Entahlah….mengapa baru aku sadari disaat aku sendiri dan sepi seperti ini hanya kasih sayangmu Tuhan yang menemaniku disetiap detiknya, lantas kemana mereka? Teman dan pacar yang kubanggakan selama ini didepan umum? Mereka pergi 🙂 pergi dengan kesibukan duniawi mereka masing2. Saat ini juga aku menyadari bahwa kasih sayangmu dan keluargaku menjadi kekuatan utamaku. Bagaimana tuhan dengan kesendirianku selama ini?sudahkah aku kembali tersenyum seperti anak kecil yang baru lahir yang siap menikmati indahnya dunia? sudahkah ketegarkanku selama ini seperti kerasnya batu karang? Sudahkah kekuatanku melebihi kuatnya besi panas? Segala hal itu atas kuasamu.

Tak sedikitpun dibenaku mengakhiri kedekatan antara aku dan penciptaku, karna titik itulah yang membuatku nyaman meski silih berganti kaum adam berusaha mengambil hatiku, alhamdulilah kuasamu akan imanku lebih tegar dari itu, atau masalalu yang terkadang hadir membawa aku dalam kenangan, kenangan yang seharusnya sudah tak kuingat lagi, itu pun ku ucapkan syukur karna kedekatan ku dengan penciptaku tak menggoyahkan semuanya.

Advertisement

tak hanya lelaki, teman dengan urusan duniawipun ku tinggalkan satu demi satu karna waktu yang terbuang sia-sia demi kudekatkan semuanya hanya untuk menyembahmu 😉
Ku sibukan duniaku untuk bekerja keras membahagiakan papa dan keluargku, meraih mimpi-mimpi selama ini, dan berjuang meraih toga dikepalaku
mama disurga semoga kau mengerti posisiku didunia ini, aku hidup diantara kekuatan dan kekuatan betapa polosnya aku merasakan akan kerasnya hidup ini tanpa kasih sayangmu mah:') percayalah aku merindukanmu:') tapi mungkin kau juga lebih bahagia disurga sana melihat anakmu yang terus berjuang dalam kesendirian ini, tenang ya mah aku punya Tuhan disini, aku punya papa dan aku punya 2 adik kecil juga, mereka sumber kekuatanku untuk menjalani segala hidup ini
Tuhan.. lindungi aku dari segala urusan duniawi yang membuatku lupa kepadamu, semoga setiap langkahku masih diberi keberkahkan olehmu, semoga kasih sayangmu masih menyertaiku, dan kekuatan juga masih melindungiku. Amin..
Wasalam.

-barros-