Ide post ini dimulai dari malem itu ketika gue nyupir pulang dari depok menuju rumah dan ditemani untaian lagu-lagu merdu dari radio. semakin malam, lagu-lagu yang diputar pun semakin syahdu dan membangkitkan kenangan. Kok bisa sampai membangkitkan kenangan? Yep, karena stasiun radio yang gue dengerin memutar playlist lagu-lagu lama dari jaman gue kecil hingga kuliah.. lagu-lagu yang penuh kenangan. Dan seketika, kenangan tentang mantan pun berseliweran.. yak bagoos sekali sodara-sodara..

But then gue mikir, kenapa ya hanya dengan mendengarkan lagu-lagu tertentu aja, bisa terbangkitkan tuh segala memori? (dalam hal gue khususnya tentang si mantan ini) Ga hanya sekedar kenangan yang kemudian berseliweran di dalam pikiran, tapi juga perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang turut melekat pada kenangan itu.

Kalo dalam kasus gue malem itu, gue keingetan perasaan senang dan deg-degan jaman PDKT, perasaan rindu dan sayang ketika ditelpon malam-malam, and many kind of emotions beside that.. and why is that happened??

Lagu atau musik secara umumnya memang merupakan salah satu stimulus yang cukup kuat untuk membangkitkan kenangan dan emosi. cukup banyak penelitian psikologi di bidang ini yang meneliti hubungan antara musik dan emosi atau juga memori. (Kalo mau tau yang mana penelitiannya, mohon gugling aja sendiri).

Kalo based on yang gue inget dan gue sempet baca (CMIIW ya guys), musik sendiri termasuk dalam stimulus emosi yang dikirimkan ke otak. (ada berbagai macam tipe stimulus yang dikirimkan ke otak. monggo digugle sendiri apa aja). Selain itu, musik sendiri termasuk dalam stimulus yang multimodal. apa tuh artinya? yaitu stimulus yang terdiri dari berbagai stimulus lainnya.

Advertisement

Misalnya aja nada dalam musik masuk dalam stimulus pendengaran, kemudian liriknya masuk ke dalam stimulus kata-kata, dan bagian-bagian musik lainnya pun masuk ke dalam jenis stimulus yang berbeda. Setiap stimulus yang spesifik, akan masuk ke area otak yang berbeda pula untuk kemudian diproses di dalam otak kita.

Nah, bayangin aja kalo gitu, dalam satu lagu yang sama ada berapa banyak bagian otak yang disasar? so pasti, lagu atau musik kemudian jadi pemicu yang cukup kuat dari memori seseorang.

lalu kenapa musik juga membangkitkan emosi? jujurnya gue ga tau sih secara scientific nya gimana, tp kalo menurut logika bodoh gue yang sejujurnya jangan juga lo percaya (hahaha), ketika lo mendengarkan sebuah lagu, lo biasanya sambil melakukan suatu kegiatan.

Sebuah aktivitas yang mengandung emosi kuat (misal lagi berantem sama pacar, happy abis ngedate sama pacar, rindu karena LDR-an, sedih abis putus dari pacar, dsb) akan lebih mudah diasosiasikan pada suatu hal, dalam hal ini mungkin lagu yang ga sengaja lo denger kala itu.

Dalam hal gue misalnya ya, ketika gue denger lagu adele-set fire to the rain, gue akan ingat masa-masa dimana gue sadar kalo pacar gue selingkuh dan gue benci banget karenanya.. asosiasi yang terbentuk dalam otak gue adalah : "set fire to the rain – benci setengah mati ama ni mahluk bernama *piip* alias emosi negatif"..

Dats why ketika akhirnya di suatu saat gue denger tuh lagu, langsung deh secara otomatis badan gue mengingat segala sensasi yang ditimbulkan oleh lagu laknat tersebut (nah kan ampe kebawa pas nulis artikel). mulai dari emosi kesel, jantung berdebar-debar sampe agitasi badan kayak mau mukul orang haha. mungkin hal yg serupa juga pernah terjadi sama orang lain? bisa jadii :))

so then, jangan remehkan the power of a song. itu bisa ngebawa lo kembali ke dalam masa lalu dengan kenangan yang kemungkinan besar melekat erat dan detail dalam benak lo, sampe ke emosi-emosi yang juga menyertainya masa itu. hal ini juga mungkin yg kemudian mendasari kenapa stasiun radio yang muter lagu-lagu jadul itu cukup digemari. Bukan karena lagunya enak, tapi karena melalui lagu itu, seseorang seakan-akan kembali ke masa lalu..

Happy listening then, folks! :))