Dalam lautan pikiran saya, masih tersimpan seberkas kenangan..

Kenangan yang terbenam bersama jejak langkah kaki yang terbilas ombak yang garang..

Kalian masih ingat saat itu? Beberapa tahun lalu, ketika kita masih bersama atas nama persahabatan, 6 orang yang sangat asing satu sama lain mendadak jadi dekat saat kita sering bertukar pikiran dan tergelak dalam tawa bersama, dalam secangkir kopi pada tiap malam di sebuah pinggiran kota?

Memori itu tak akan pernah saya lupakan, meskipun arus waktu yang terus berputar tak pandang bulu dan mengenal kata kompromi.

Persahabatan kita yang sangat unik, semua hal yang aneh menjadi bahan perbincangan kita yang menyenangkan saat berkumpul bersama, lalu tergelak menertawakan hal-hal yang sebenarnya tidak lucu, namun sebenarnya semua itu sangat berarti bagi saya, saat semua hal tak lagi sama.

Advertisement

Mendadak kita menjadi asing satu sama lain, lalu tenggelam pada kehidupannya masing-masing.

Padahal kita pernah bertukar janji, bila kita sudah dewasa dan berpisah nanti, akan tetap saling kabar mengabari, terlebih jika salah seorang dari kita ada yang melepas masa sendiri.

Mungkin memang tak ada yang bisa mengerti rahasia waktu, termasuk mengapa keadaan kita menjadi seperti ini pada akhirnya..

Namun, tak peduli bagaimana keadaannya, di lubuk hati saya, kalian masih tetap nomor satu.

Saya hanya merindukan saat dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi cerita, lalu menikmati seduhan kopi yang menemani malam-malam kita.

Karena kalian adalah alasan saya untuk menjadi masuk akal dalam dunia yang makin tidak masuk akal ini.

-Miss you "LoroDjiwo-