Ada sesuatu yang takkan kau pelajari di sekolah, tapi jika kau tak mempelajarinya maka kau belum belajar apapun. Sahabat,ya begitu mereka disebut. Saat kau belajar tentang itu maka kamu adalah orang yang amat beruntung. Peluk sahabatmu dan berbahagialah untuk itu. Saat ini Izinkanlah aku menulis sedikit kata-kata,meski bukan tentang kebahagiaan tetapi tentang bagaimana kisah sekaligus bukti bahwa aku pernah belajar tentang apa itu sahabat.

Ada banyak hal yang sebenarnya ingin kutuliskan,ada banyak hasrat terpendam yang ingin menyeruak keluar tapi semua tersimpan dalam jiwa tak mampu keluar dari belenggu kecewa yang sudah terlanjur larut.

Hai kamu sahabatku yang dulu,terima kasih untuk semua pelajaran yang telah kalian berikan. Ada begitu banyak pengalaman tak terlupakan yang masih tersimpan di memoriku, ada banyak cerita tentang kita tertawa dan menangis, ada setumpuk perasaan bahagia yang pernah aku miliki di setiap hari yang sudah kita lalui bersama. Aku amat bahagia untuk itu sekaligus sedih bila kukenang.

Apa kabarmu? Sepertinya kamu sudah lebih berbahagia dengan sahabat barumu yang tentunya lebih baik dari aku, aku ikut bahagia dalam kebahagiaanmu, selamat menjalani hari-hari baru dengannya, semoga dia tak punya sifat keras kepala seperti aku, tak merepotkan seperti aku dan tak egois seperti aku. Aku berharap semoga kelak persahabatan kalian dapat bertahan untuk waktu yang lama, tidak seperti aku dan kalian, kalian pantas untuk bahagia, maka lupakanlah kenangan denganku dan mulailah cerita baru dengannya.

Cerita kita memang tak berakhir bahagia, bila diperbolehkan aku ingin menyampaikan suatu hal. Maaf. Ada banyak kata maaf yang ingin kusampaikan. Maaf karena aku pergi tanpa sepatah kata, maaf aku merepotkan, maaf aku keras kepala, maaf aku tak bisa kembali. Begitu banyak penjelasan dari beribu kata maaf yang hendak kusampaikan, apa daya semuanya selalu kupendam, aku tak ingin melukai lebih banyak orang. Biarlah Kisah kita berakhir dengan misteri kehampaan, karena nyatanya aku tau, aku hanya benalu untuk kalian. Aku cukup tau diri untuk pergi tanpa diusir.

Advertisement

Ada banyak ketidakjelasan yang sulit dijelaskan.

Menangis? Aku sering melakukannya. Hei itu tak semudah yang kalian fikirkan.Sandiwara itu butuh banyak tenaga! Berpura-pura tak perduli itu menyakitkan.Tersakiti oleh orang yang kita cintai itu menyakitkan tetapi menyakiti orang yang kita cintai jauh lebih menyakitkan. Bodoh memang melukai diri sendiri, tapi kurasa itu jalan terbaik.

Aku kuat, tapi tidak di dalam.

Aku rasa kalian sudah muak denganku, menyerah di balik semua keterdiamanku, kecewa karena kelihatanya aku baik-baik saja tanpa kalian. Tak apa, memang begitu yang aku inginkan. Aku ingin perlahan waktu menghapusku dari ingatan masing-masing kalian, aku ingin cerita tentang kita jangan lagi diceritakan, aku ingin cerita kelabu masa lalu kita dihapus oleh sang hujan. Biarlah kenangan ini menjadi milikku seorang. Akhir kata, aku berharap kalian takkan pernah membaca ini.

Dari Seseorang yang ingin dilupakan tapi tak pernah melupakan