Senja merupakan moment tenggelamnya matahari ketika sore, lebih tepatnya merupakan pergantian antara suasana terang menjadi gelap malam hari. Warna merah jingga serta suasana hangat merupakan ciri dan karakternya. Senja juga diartikan sebagai keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam. Namun yang saya akan bahas disini bukan mengenai fenomena senja secara geografis.

Ada banyak hal menarik mengenai senja, salah satu yang sering bermunculan adalah mengenai beberapa orang sering menganggap fenomena senja merupakan salah satu keadaan yang tepat untuk meluapkan rasa suka dan gundah-gulana. Memang tidak dipungkiri adanya, walaupun durasi senja sangatlah sebentar, banyak orang rela menunggu dan mengabadikan kehadirannya. Dari fenomena senja pun, banyak lahir karya sastra layaknya puisi, cerpen, maupun quotes dari berbagai penulis dan penyair. Senja seakan menjadi bahan kajian yang tak pernah habis untuk di daur ulang. Seperti quotes “siluetkan tubuhmu berlatar senja, agar tak dapat kulihat air mata pada wajahmu, kekasih” merupakan salah satu quotes mengenai senja yang lahir dari Sujiwo Tedjo, seniman ternama di Indonesia. Quotes ini pula menandakan betapa bahagia dan kagumnya seseorang terhadap senja.

Terlepas dari berbagai kemewahan yang ditawarkannya, disisi lain senja juga menumbuhkan efek duka yang dalam bagi hati-hati yang sedang bersedih. Acap kali senja dijadikan tempat peraduan dan menumpahkan berbagai rasa duka. Seakan tak puas dengan hal nyata, hati yang duka sebagian orang dapat sembuh dengan hadirnya senja, walaupun Cuma sementara. Hal ini merupakan bukti bagi sebagian orang, bahwa senja memang selalu dengan kesedihan dan penantian.

Sekedar perenungan dan sumbangsih pemikiran untuk orang-orang yang sedang bersedih dari segala macam rasa sakit yang di derita hati. Mari bangkit bersama, semua orang memang ditakdirkan jatuh, namun bangkit lagi adalah pilihan dan hak semua yang jatuh. Seumpama fenomena sore hari yang banyak di tunggu, jika senja selalu dengan kesedihan dan penantian, maka masih ada pagi sebagai harapan baru untuk bangkit.