Seperti biasanya bulan berganti bulan, hari berganti hari, namun tidak dengan doa doaku mendoakanmu masih saja aku lakukan meski kadang aku juga bosen. Namun bukan bosan tentang mendoakanmu, hanya saja bosan tentang temu dan rindu yang kian hari memuncak! .

Ketika orang lain dengan mudahnya mewujudkan temu, maka berbeda denganku yang harus bernegosiasi dengan Rindu dan keadaan Aku sekarang tidak seperti dulu yang menjadi stalker disetiap mendosmu, bukan aku berhenti mencarai tahu tentangmu tapi aku tahu doa doaku dilangit sudah sampai ketelingamu, mungkin belum sadar! aku tahu kamu sehat, karena kamu emang harus sehat Pendidikanmu akan usaikan? Hee..

Berharap saat pertemuan kita, kamu sudah usai dengan segala urusanmu disana. Bercerita banyak denganku dan juga menjadi relasi dalaam pekerjaan mungkin. Hemmm, gak mungkin ya, aku dengan bidang yang emang kamu gak tertarik dan juga sebagai teman bicara. Ucapana terimaksihku juga terhadapmu yang masih mengisi puisi puisiku.

Menjadi salah satu alasan kenapa aku menulis surat ini. Barkan saja sekarang aku berjauang sendirian, pada saatnya nanti akan aku perjelas bagaimana cara memahami Rindu yang kutahan sendiari. Kamu juga harus tahu, jika Rindu telah menjadi Temu Dan segala Doa tak ada yang sia sia. Benar kata Dilan, Rindu Berat Sedikit banyaknya kesibukan aku berpikir, apa yang Dilan bilang Rindu emang berat menahan segala bucah dalam dada sendiri. Berbeda jarak yang puluhan mil darimu bahkan untuk temu saja sangat Tidak mungkin.

Missing you Love berharap nanti aku dan kamu akan menjadi kita, Kepada laki laki yang Kujabarakan namanya dalam doa..