Hai..!!

Punggung yang dulu pernah menghilang, kembali dan kini kamu menghilang lagi

Perasaan ini tetap sama sebelum dan sesudah aku pergi. Perasaan yang dulu pernah menahan ku dalam rasa sakit yang kini mengajarkan ku untuk terbiasa.

"Tahukah kamu saat kamu merajuk?

Saat kamu tak ada kabar?

Advertisement

dan saat kamu lebih asyik dengan dunia mu?" Aku berusaha untuk tetap setia dengan mu tidak memilih pergi dan berada disamping mu.

"Tapi sesakit inikah mencintai dirimu?"

Entahlah, yang pasti aku terlalu bodoh terus saja menyimpan rasa itu rasa yang seharusnya sudah lama ku tinggalkan tapi kamu berhasil membuatku tetap mencintai dirimu. Berjuta harapan kamu berikan, berjuta kepercayaan ku berikan lagi pada mu dan berjuta rasa sakit dan kecewa harus ku rasakan lagi.

Ya, aku memilih mundur untuk bisa mengakhiri hubungan ini. Biarkan aku menepi untuk bisa mengikhlaskan diri mu. Jika suatu hari nanti Tuhan memberikan kebahagian yang begitu indah pada mu, ingatlah aku selalu menyelipkan nama mu di antara orang-orang yang ku sayang setelah ke dua orang tua ku. Dan jika merindukanmu saja membuatku merasa dosa. Maka jalan keluar satu-satunya adalah Maka jalan keluar satu-satunya adalah menutup perasaanku sampai di sini saja. Semoga kamu selalu bahagia dengan segala keputusan mu yang telah kamu pilih.