KAMU YANG TIBA-TIBA MENJADI ISTIMEWA

Begitu saja kita bertemu. Sering melihat tak saling sapa. Sampai kau mengulurkan tangan, memperkenalkan diri. Tanpa ijinku kau tinggal di hari-hariku. Hadirmu tak pernah absen dari pagi hingga malamku datang. Awalnya semua biasa saja tapi aku mulai terbiasa. Tanpa sengaja aku senang mengingatmu. Senyummu, Tingkah konyolmu, Candamu seolah menetap dipikiranku. Pesan singkatmu menjadi hal paling kutunggu di akhir senjaku. Percakapan sederhana kita kadang membuat nafasku kembang kempis. Ada sebuah rasa tanpa makna ini sulit di mengerti. Tapi adanya kamu buat aku bahagia.

CINTA ITU NYATA ADANYA TAPI KITA PERNAH TAK MENYADARINYA

Kebiasaan kita yang saling memberi kabar dan bercerita pernah suatu hari tak tercipta karena kesibukan masing-masing. Ada rasa sepi yang menyekat jalannya nafasku, sesak. Ada yang tak lengkap dari hariku sampai kau datang tiba-tiba mencariku. Mengetuk pintu dengan wajah lelahmu dan tersenyum konyol. Bukan lagi nafasku yang sesak jantungku yang kala itu berdebar hebat seolah ingin meloncat dari tempatnya. "kau merindukanku?"….. pertanyaaanmu itu membuat wajahku merah merona. Kau tersenyum manis berbisik kecil jika kau merindukanku. Tapi aku berpura-pura tak mendengarnya.

Ini hal sederhana yang pernah kita abaikan. Rindu kita ini tak pernah kita bicarakan lebih lanjut. Semua selalu berjalan apa adanya. Setelah saling menyapa kita tertidur lelap, tenggelam dalam mimpi masing-masing. Sampai esok berjalan lagi seperti semula kita dengan kebiasaan kita saling menyapa.

Advertisement

CEMBURU INI MEMBUAT KITA LEBIH DEKAT

Ada amarah di antara kita saat satu sama lain terlihat lebih akrab dengan orang lain. Kesal yang sama-sama kita sembunyikan dalam diam. tak ada habisnya pertanyaan "kenapa dan mengapa" sampai keadaan kembali seperti semula. Tak bicara dan saling menghindar. Yang selalu kita tertawakan akhirnya. Aku cemburu? pertanyaan yang selalu kita tanyakan dalam diri kita sendiri. Ini kasmarankah? ya…. ada rasa tak rela kau lebih asik dengan dia atau mereka. Aku dan Kamu ingin menjadi prioritas.

SAMPAI GENGSI ITU HILANG DAN KITA MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK SALING MENYAKITI.

Diam kita semakin membosankan. Rasa yang sudah meluap tak lagi bisa tertahan. Entah dimana mulanya kita memutuskan menjalin hubungan. Indah, ada banyak mimpi yang kita angankan untuk di wujudkan. Kita saling menyayangi, berjanji tak saling melukai. Egomu dan egoku bisa kita redam. Tak pernah ada pertengkaran hebat di antara kita. Seperti Romeo dan Juliet kisah kita. Sering kita menyombongkan diri pada dunia. Kitalah cinta senjati. Jarak dan kesibukan kita tak membuat kita jauh malah lebih dekat. Seakan hanya kaulah yang mengerti aku dan akulah yang mengerti kamu. Waktu dulu kita saling jatuh cinta semuanya menyenangkan.

SAMPAI WAKTU MENUNJUKAN KITA BERTEMU BUKAN UNTUK BERSATU, KITA BERBEDA ADANYA!!!

Cinta itu buta dan kita pernah mengalaminya. Selain buta ia juga tuli. Kita mengabaikan segala hal yang tak sama dalam diri masing-masing. Kita tak mau mendengar apa kata orang. Semua berjalan dengan keras kepala kita, keyakinan kita tentang sesuatu yang harus menyatu. Kita beriringan dengan rasa yang tak terkendali. Kita saling mencintai tanpa berpikir lebih panjang.

Pernah kita berjalan menuju Rumah Tuhan tapi selalu berpisah di persimpangan jalan. Kau masuk dalam gerejamu dan aku masuk dalam masjidku. Aku menggenggam tasbihku dan kau menggenggam Rorasiomu. Pernah kita cemburu dengan temanmu yang beriringan memasuki rumah Tuhan. Ada rasa sesak dalam dadaku dan terlihat perih dalam matamu. Tapi kita saling diam hanyut dalam hening dan menenggelamkan diri dalam doa-doa.

Kita jauh berbeda, aku hanya seorang gadis sederhana yang membangun mimpinya dengan tertatih di tanah orang. Dan kau anak orang serba ada dengan pendidikan yang tinggi. Aku kadang harus tertatih mengejar mimpi dan Kau sudah dapatkan semenjak lahir.

Kita dalam karakter yang berbada. Kau kasar dan keras. Sedang aku dalam didikan lembut dan halus. kita terlahir dalam suku yang berbeda. Aku jawa dan kau batak. Tak ada yang salah. kita hanya tak sama.

Semua pernah tak kita pikirkan. Kita hanya ingin bersama saling memiliki. Tapi waktu sesuka hatinya ia menghancurkan harapan. Tiba-tiba ia mengagetkan kita dengan bom besar yang sudah sejak lama ia sembunyikan. Kita hanya terbelalak menanggapinya, dan masih saja berpura-pura ini baik. Kita memang keras kepala.

DALAM PERTIMBANGAN PANJANG, DALAM PERENUNGAN YANG LEBIH RUMIT DARI SEBELUMNYA. KITA MENEMUKAN KEPUTUSAN TERBAIK DARI SEGALA PEMIKIRAN SEDERHANA INI.

Ini hanya sebuah perbedaan status, agama dan suku. Semua adalah hal wajar yang memang Tuhan menciptakan beraneka ragam makhluk. Jadi lumrah saja apa yang berbeda ini. Tak ada yang aneh dan tak ada yang salah. Justru untuk saling melengkapi. Seperti aku dan kamu. Kita hanya menyebut nama Tuhan dengan sebutan yang berbeda tapi percaya Tuhan itu ESA. Kita hanya memasuki rumah ibadah yang berbeda tapi yakin Tuhan selalu di hati kita. Kita hanya beribadah dengan cara yang berbeda tapi ada doa-doa kita yang sama. Kita diajarkan kebaikan yang sama hanya firmaNya dan AyatNya memiliki kalimat yang tak sama. Watak kita memang beda karena kita tumbuh di lingkungan yang berbeda. Budaya kita memang berbeda tapi bukannya kita masih INDONESIA. Warna kulit kita tak ada yang salah tapi darah kita masih Indonesia. Proses kita dalam perjalanan hidup inipun sudah di tuliskan oleh sang SUTRADARA ALAM. Lantas dimana letak salahnya???

Pikiran sederhana kita tak sesederhana kenyataannya. Semua yang kita hanyakan tak seremeh itu. Kita beringinan tapi lupa dengan yang lain. Kita tak benar-benar menawar pada Tuhan hingga rasa menjadi tak terkendali. Tapi kita masih mengingat cinta tak harus memiliki, tulang rusuk tak akan tertukar. Ini adalah salah satu perjalanan kita mencocokan tulang rusuk kita. Namun memang kita tak cocok walau berusaha menyamakannya. Tentu saja diantara kita ada yang sama. Itu adalah keegoisan kita karena rasa cinta yang liar dalam hati kita.

Pada akhirnya jalan kita memang harus berpisah. Ingatlah tak ada yang salah. Bukan beda juga Bukan Tuhan. Kita saja yang keras kepala, yang terhanyut dalam rasa yang meluap. Aku mencintaimu tapi aku juga mencintai mereka yang lebih dulu tinggal di hidupku. Bukan teman bukan sahabat ataupun orang tua yang tak setuju dengan kita. Takdir kita tak sama. Kita berada dalam lingkaran yang berbeda. Kita sudah tak lagi sejalan. Jembatan yang belum seberapa panjang ini memang harusnya tak ada. Kita bertemu bukan untuk bersatu.

Perjalanan kita masih panjang. Akan lebih baik jika kita mengejar mimpi dari pada mencocok-cocokan tulang rusuk. Jodoh tak akan salah tempat, tak akan tertukar ataupun terlambat datang. Ada waktu yang tepat saatnya nanti. Tuhan sudah menyediakannya. selalu ada kado yang manis untuk kita yang mau menanti dengan sabar. Biarkan saja semua menjadi RahasiaNYa.

Jangan lagi memakiNYA, Jangan lagi marah pada keadaan ini, Jangan lagi membenci beda ini. Semuanya adalah proses untuk mendewasakan kita. Lebih mempercayakan cinta ini UntukNya. Lebih Memandang luas apa yang kita sederhanakan. Terima kasih Atas rasa yang menyenangkan dan Pengalaman terbaik dalam perjuangan Cinta tak tertempuh. aku tak pernah menyesalinya 🙂