Kamu yang pernah singgah di hatiku meski hanya sejenak lalu beranjak,,

Aku tak pernah menyalahkan kamu atau siapapun mengenai perpisahan kita, karena aku menyadari bahwa Tuhan menghadirkanmu di kehidupanku hanya untuk memperbaikiku dan menjadikanku lebih baik dari sebelumnya,,
Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang kau berikan padaku, meski sekarang kau tak bersamaku
namun aku bersyukur pernah menjadi wanita yang kau cintai..

Jika nantinya kau bertanya "Apakah kamu terluka?"
Mungkin aku hanya bisa tertunduk dan menangis, mengumpulkan segenap tenagaku untuk menatapmu dengan senyuman getir dibibirku dan berkata,

"tataplah ke depan mas, jangan hiraukan aku..
terluka atau tidaknya aku kau pasti sudah tahu.
Biarkan aku sendiri yang merasakannya. Jangan menyesali keputusanmu untuk pergi, aku akan baik-baik saja..
Yaa, mungkin tidak bisa secepat dugaanmu, namun yakinlah seiring waktu berlalu aku akan segera kembali menjadi aku yang dulu,
aku yang baik-baik saja sama seperti sebelum aku bertemu denganmu. Terima kasih pernah menjadikanku wanita yang spesial dihatimu."

Iya, jujur aku akui jika di hatiku masih ada lubang besar yang menganga dan melihat kenyataan bahwa kau sekarang
tak bersamaku seakan lubang besar yang menganga itu disiram air garam dan disayat oleh tajamnya pisau belati.
Mungkin terlihat seperti berlebihan, namun itulah yang sesungguhnya aku rasakan.

Advertisement

Tak ada yang bisa aku lakukan untuk menghentikanmu, karena itu semua sudah menjadi keputusanmu.
Hanya saja masih begitu banyak pernyataan yang menumpuk dihatiku untuk aku tanyakan padamu. Yaa,, ingin sekali aku menanyakannya padamu,

"Kenapa kau datang jika pada akhirnya kau akan meninggalkanku ?"
"Kenapa kau membuatku mencintaimu jika pada akhirnya kau patahkan hatiku ?"
"Kenapa kau membuatku percaya lalu kau mendustainya ?"
"Kenapa kau membuatku seperti wanita paling beruntung memilikimu jika akhirnya kau sakiti aku ?"
"Kenapa kau jadikan aku seperti seorang putri jika pada akhirnya kau pula yang menghempaskanku ?"
"Kenapa kau memberiku mawar namun kau sertakan pula durinya ?"
"Kenapa kau membuatku melambung ke awan jika pada akhirnya kau tarik dan kau hempaskan aku ?"
"Kenapa kenapa kau lakukan ini padaku ?"

Dan masih banyak lagi "Kenapa" yang ingin ku tanyakan padamu, namun bibirku terasa terkunci, suaraku terasa hilang.
Mas,
kamu yang bisa redakan aku dikala emosiku datang,
kamu yang bisa sembuhkan lukaku,
kamu yang bisa buat aku tersenyum kala ku menangis,
kamu yang bisa buatku bangkit saat aku mulai terpuruk,
kamu yang bisa mengerti aku,
kamu yang bisa pahami aku,
kamu pula yang bisa tahu bagaimananya aku mas,
tapi kenapa kamu hanya berlalu ?

Dan saat ini, merelakanmu adalah hal yang sedang aku usahakan. Mungkin aku harus mulai berpikir bahwa aku harus menyiapkan hati dan diriku kembali.
Iyaa,, menyiapkan kembali diriku untuk seorang yang nantinya akan hadir dalam kehidupanku, karena aku tak ingin ketika aku bersama seorang yang mampu melakukan lebih dari apa yang kau beri padaku aku masih terbayang akan hadirmu.
Aku ingin ketika nantinya seorang itu datang aku sudah menjadi wanita yang tangguh yang mampu menyembuhkan
luka hatinya sendiri.

"Terima kasih pernah singgah lalu beranjak,
"Terima kasih pernah hadir lalu pergi,
"Terima kasih pernah disisi kemudian berlalu,
"Terima kasih pernah menjadi yang tersayang meski sekarang aku terluka,
"Terima kasih pernah mencintaiku sepenuh hatimu,

Aku yang menyayangimu,