Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku.

Sebab, kamu berhak bahagia meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidakberanianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja, semua harus berjalan seperti sediakala, kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

Sejenak, aku berpikir untuk melepaskanmu karena jika dia cinta sejatimu dia akan kembali dengan caranya sendiri ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali maka sederhana jadinya itu bukan cinta sejatimu.

Hubungan yang dibangun dengan topeng, pencitraan, dusta, tampilan luar dan sebagainya tidak akan pernah bertahan lama. Hubungan yang langgeng selalu memiliki pondasi kejujuran. Dan harus memiliki rasa sabar. Sabar bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali, Membuat jarak yang jauh menjadi dekat, beban yang berat menjadi ringan, waktu yang lama menjadi sebentar dan melunturkan benci menggunung menjadi sebutir debu.

Advertisement

Dan kalaupun kita gagal menyaksikan hal itu terjadi, rasa sabar tetap akan menjanjikan sesuatu beruntung. Sungguh beruntung orang-orang yang sabar.

Kini aku sudah bahagia sekarang tak perlu lagi kau cemaskan aku lagi, aku sudah ditemukan oleh seseorang yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkanku. Yang akan benar benar menyayangiku yang akan benar-benar mencintaiku.

Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu atau bahkan lebih. Aku sudah bahagia sekarang tak perlu lagi kau khawatirkan kabarku. Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaanku.

Hujan di kelopak mataku tak lagi memanggil namamu di dalam doaku. Namamu telah digantikan oleh nama yang baru. Aku sudah bahagia sekarang terima kasih telah memutuskan untuk pergi.

Caramu menyakitiku kemarin adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya hari ini. Terima kasih, ku ucapkan. 🙂