Untukmu, mantan pendamping kekasihku

Aku bersyukur kau telah ada. Aku berterima kasih padamu. Kau telah menjaganya dengan baik. Kau telah melakukan yang terbaik untuknya. Aku menghargaimu. Terima kasih engkau telah membuat hatinya bahagia saat bersamamu. Aku menghargai waktumu bersamanya. Engkau dengannya telah membuat kenangan indah bersama. Kenangan yang tak bisa kalian lupakan.

Aku tak akan marah. Itu adalah waktu kalian. Waktu yang telah kalian habiskan bersama. Waktu kala kau masih bersamanya. Kala aku belum ada di sampingnya. Saat itu kau dipertemukan oleh Tuhan. Tuhan mungkin hanya merencanakan kau hanya untuk menjaganya. Hanya untuk mengisi hari hari kalian. Bukan untuk selamanya. Kau hanya dititipi oleh-Nya sementara, bukan untuk saling memiliki.

Kini ia bersama denganku.

Tak apa aku bukan yang pertama untuk bersamanya. Aku menghargai rencana Tuhan. Tuhan ingin kau yang berada disisinya terlebih dulu. Tuhan ingin kau yang menjaganya sampai aku datang. Tuhan ingin engkau yang mengajarinya bagaimana rasa cinta itu.

Advertisement

Kini dia dititipkan Tuhan padaku. Aku kini berada disisinya. Aku kini yang akan menjaga dan melindunginya. Yang akan mengajarinya. Yang akan membuat kenangan bersama dengannya. Semoga aku bisa melakukan yang terbaik untuknya. Aku ingin melakukan lebih darimu. Lebih baik darimu untuknya.

Aku hanya ingin mengucapkan sesuatu kepadamu.

Aku berharap kau akan baik baik saja tanpanya. Aku percaya Tuhan telah merencanakan yang terbaik untukmu. Percayailah itu. Aku yakin kau akan bertemu dengan kekasih sejatimu. Seperti aku dan dia kini. Aku juga ingin kita saling mendoakan satu sama lain. Mendoakan yang terbaik bagi diri kita.

Sekali lagi terima kasih.

Terima kasih atas semua waktumu dengannya, mantan pendamping kekasihku.