Aku Dulu…

Terjerembab dalam kenikmatan sesaat yang aku kira selamanya akan kumiliki , kuhabiskan dengan pesta pora, berpetualang tanpa tujuan yang jelas, berkencan entah dengan puluhan cinta sesaat.

Kunikmati proses itu, hanya satu yang aku tahu aku bahaga. tak peduli apapun yang akan terjadi di masa depan. tak peduli resiko buruk kehidupan akan aku jalani, toh yang terpenting aku bahagia.

Dan arah pun semakin membinggungkan…

Seiring waktu kujalani ada tanya mengganjal dalam diri ini. akankah waktu tak akan berjalan, aku anak muda yang penuh dengan hasrat menggebu bukankah kelak akan menua, membusuk dalam liang lahat termakan oleh cacing dan serangga serangga lain.

Advertisement

Harus bagaimana aku? aku rasa ini hidupku, aku enjoy, aku nyaman, peduli setan dengan hati ini. ratusan bahkan ribuan orang yang melakukan hal yang sama dengan ku , mereka masih hidup dan terlihat bahagia.

Tuhanpun Menjatuhkanku…

Pertama kali dalam hidupku aku mencintai seseorang yang "sejenis" dengan kehidupanku, berpesta, memburu kebahagiaan sesaat, masa depan hanya omong kosong. aku suka dia. aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya.

Kuhabiskan waktuku dengannya, bercanda bahagia, aku memiliki segalanya , kekayaan dari orang tuaku, pasangan hidup yang aku idamkan , this is my life that i hope…

Sampai ketika kecelakaan yang aku alami. terbaring dalam ruang ICU. hanya satu orang wajah yang kulihat setia bersamaku, ya Ibuku. dengan matanya berkaca menatapku seolah aku bayi yang ingin slalu digendongnya.

Wajah sayu yang selama ini kulupakan. tetap setia dibelakangku menanti kemungkinan anaknya akan memeluknya dan mencium kening juga tangannya.

dan gadis yang kucintai, di sedang menjalani kehidupan bahagianya. kehidupan yang selama ini aku jalani. Tak sedikitpun ada rasa kepeduliannya terhadapku . mungkin dia menganggapku bangkai yang sudah tak berguna. dalm larut malam yang dingin Ibuku membisikkan sebuah kalimat " tuhan mengujimu nak bersabarlah…."

Aku sadar…

pernahkah kalian mengalami sakitnya ditinggal kekasih, perihnya cinta tak terbalas itu tak seberapa dibanding orang yang dulu kamu pedulikan tapi tak melakukan hal yang sama terhadapmu.

Aku sadar. ya, inilah kehidupan yang harus aku jalani, inilah cara tuhan menunjukkan betapa dia menyayangi umatnya .

Tak ada alasan lagi untuk meratapi yang terjadi. mengutuki kegelapan hanya membuat luka ini semakin mengangga. lebih baik menyalakan lilin.

aku coba untuk berbicara kepada hati kecilku.

"akan kemana kita?"

"kemasa depan"

"adakah ada hal indah disana? atau akankah aku menemui kebahagiaan yang aku inginkan?"

"aku tidak tahu, tapi yang aku tahu hanya satu hal. Masa depan bisa dipersiapkan MULAI HARI INI dengan merubah semua kebiasaan burukmu, dan berikan yang terbaik semampu yang kamu bisa untuk HARI INI"

"ya aku akan menurutimu…"

dalam secarik kertas dipagi hari ini, hari pertama aku mulai belajar kembali di universitas yang telah aku tinggalkan kutulis…

Terima kasih masa laluku yang kelam darimu aku belajar asamnya kehidupan,

Tunggu aku masa depan darimu akan kuminta manisnya kehidupan.

Hallo hari ini akan kuberikan yang terbaik yang aku bisa…..