Malam selalu membawa siapa saja yang menikmatinya masuk ke dalam suasana yang begitu membius. Keheningan dan gelapnya mampu membuat seseorang yang setegar karang menunjukkan sisi terlemah dalam dirinya. Malam menjadi waktu yang paling tepat untuk dapat merenungi makna hidup dari skenario yang telah Tuhan buat. Dan malam juga dapat meruntuhkan benteng pertahanan seseorang yang sudah dia buat dengan susah payah.

Seseorang selalu mempunyai topengnya masing-masing, sebagai bentuk pertahanan untuk melindungi dirinya. Menutupi setiap kekurangan yang ada. Tak salah, sama sekali tidak. Karena kadang kita memang harus pintar akting untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita baik-baik saja. Hanya saja beberapa orang menggunakan topeng tersebut bukan untuk menjaga dirinya, tapi memiliki hasrat untuk menipu orang lain. Mengambil keuntungan dengan membiarkan orang lain menerima kerugian untuk topeng yang dia gunakan.

Tuhan selalu saja punya rencana, entah apa tujuannya. Yang aku tau Tuhan tak pernah berniat jahat kepada hambaNya. Aku tak pernah tau mengapa Tuhan pertemukan kita, dan semoga pertemuan ini takkan pernah kau sesali. Aku tak pernah percaya dengan kebetulan, karena yang aku tau ini setiap detik hidup kita sudah pasti dengan izinNya. Termasuk pertemuan kita.

Untuk kamu, seseorang yang telah Tuhan takdirkan untuk bertemu denganku. Terima kasih atas pilihan yang telah kau ambil, pilihan untuk melucuti semua topeng yang selama ini kau gunakan. Kau memilih menunjukkan siapa kau sebenarnya, meskipun saat dengan orang lain kau bisa menjadi orang yang begitu mengagumkan. Terima kasih untuk keputusan yang telah kau pilih, keyakinanmu untuk membiarkan aku melihatmu dengan segala sisi yang kau miliki. Aku tau tak mudah bagi seseorang untuk menceritakan segala catatan hitamnya, dengan pertemuan yang mungkin masih bisa di hitung menggunakan jari. Namun kau tetap memilih untuk menjadi apa adanya dirimu. Kadang terbesit tanya mengapa kamu bisa dengan mudah menceritakan dirimu dari berbagai sisi? mengikhlaskan dirimu untuk membuka lagi luka yang telah susah payah kau tutupi.

Melalui rangkaian kata yang jauh dari seorang pujangga, izinkan aku menyampaikan ini untukmu. Setiap kejadian yang terjadi adalah sebuah pembelajaran. Dan semuanya terjadi karena sebuah alasan, entah kejadian dalam hidupmu ataupun dalam hidupku. Suatu kehormatan yang paling berharga untukku, ketika kamu bisa membuka semua luka, menceritakan segala duka, dan segala sisi yang selama ini kau tutupi dari banyak orang yang telah kau temui. Terima kasih untuk segala keyakinan yang sudah kau pertaruhkan kepadaku, membiarkan aku mengetahui hal yang selama ini mungkin sudah kau kubur dalam-dalam. Terima kasih atas segala pembelajaran yang telah kamu berikan kepadaku melalui tiap tetesan air mata dan kalimat yang terucap.

Advertisement

Untuk kamu yang telah telah memilih untuk tidak menggunakan topeng apapun ketika kau bersamaku. Tulisan ini mewakili kata yang tak bisa terucap, namun aku ingin sekali kau mengetahuinya. Sampai kapanpun kamu bisa tetap menjadi dirimu ketika di hadapanku. Kau bebas tertawa, bebas menangis, bebas meluapkan emosi hingga tak ada lagi yang bisa kau sembunyikan. Tak perlu takut akan penilaian diriku terhadapmu. Karena hanya Tuhan yang berhak memberikan nilai atas dirimu, dan aku pun tak lebih baik dari dirimu. Pertemuan kita tak akan pernah sia-sia, sekalipun Tuhan memutuskan suatu saat kita berpisah. Setidaknya aku bahagia karena kamu sudah menjadikanku orang yang kau percaya.

Waktu tak akan pernah bisa menjadi tolok ukur untuk sebuah kepercayaan.