Sekian lama aku tenggelam dalam kesendirianku, berpegang teguh pada rasa sepi dan penantianku. Kau tiba-tiba hadir meluluh lantakkan keteguhan hatiku. Sejenak Aku bisa merasakan indahnya terbang bersama harapan-harapan yang kubawa. berharap bisa menghabiskan detik demi detik dengan menggenggam tanganmu. Berharap bisa melewati menit dengan menatapmu. Berharap bisa melewati hari dengan penuh canda denganmu.

Namun kau dan harapan itu sepertinya hanya ada di kepalaku saja. Bagaikan berjalan dengan satu sepatu. Ya, sepertinya hanya aku yang menginginkannya. Kau hadir mengetuk pintu namun tak ingin tinggal di salah satu sudut ruangannya, Kau hanya hadir untuk pergi lagi.

Aku tahu, mungkin mimpi-mimpi dan harapanku bersamamu terlalu tinggi. Tak apa bagiku. Setidaknya sejenak aku bisa merasakan indahnya warna pelangi dihidupku setelah sekian lama hanya seonggok kanvas putih polos. Walaupun dengan singkatnya hari Kau mewarnainya, setidaknya Aku masih bisa melihat dan merasakan indahnya warna pelangi itu.

Kini mungkin Aku telah lelah menatap rasa tak pedulimu. Ya, aku hanya bisa merasakannya dalam diam. Aku yang hanya bisa memperjuangkanmu lewat untaian do'a kini memilih berhenti. Memilih melepaskan harapanku dan Kamu. Biarlah terbang bebas bagai bunga dandelions.

Semoga takdir yang lebih baik telah menantiku disana. untukmu terima kasih atas segalanya yang telah menorehkan indahnya pelangi di bagian hariku. Mengenalmu adalah takdir dan memilih pasrah adalah pilihan terbaik untukku.