Jika ada yang bertanya: apakah aku menyesal telah mengenalnya, akan ku jawab tidak!

Biar ku beri tahu, terlebih untukmu yang aku kenal, lalu diam-diam berhasil mencuri hati, kemudian sukses menjatuhkan sejatuh-jatuhnya; aku tak pernah menyesal, sedikitpun tidak. Sungguh, aku tidak sedang berbohong ataupun membual.

Biar kamu juga tahu, aku selalu yakin bahwa yang datang dan pergi dalam hidup itu sudah menjadi pilihan terbaik dari Tuhan. Bukankah Tuhan Maha Baik? Karena Ia tak pernah salah untuk menempatkan sesuatu dalam hidup kita untuk sebuah alasan, begitu pun menghilangkannya untuk alasan yang jauh lebih baik. Lagipula aku tidak bisa mengingkari takdir-Nya, termasuk tidak bisa memilih untuk tidak sakit hati.

Begitu pun mengenai hadirmu yang tak pernah ku minta. Kau datang dengan sejuta asa yang kau cipta, kemudian menghapus paksa, menarik segala angan yang sudah ku bayangkan akan berakhir dengan bahagia, tapi nyatanya. Ah, baiklah.

Nyatanya, aku juga tidak bisa memilih untuk tidak sakit hati.

Aku tak ingin menyalahkan takdir, itu saja. Mungkin dengan sakit hati seperti ini, Tuhan ingin mengubahku menjadi manusia yang lebih baik. Jauh lebih baik bahkan.

Dan biar ku ulangi sekali lagi, aku tidak menyesal akan takdirku dengan adanya hadirmu. Sungguh. Bahkan, ijinkan aku mengucap terima kasih karena setiap yang datang dan pergi selalu mengajarkan sesuatu. Bukankah begitu?

Berkatmu, aku jadi semakin pandai untuk bersabar dengan waktu. Berkatmu aku jadi tak takut berteman dengan luka dan akhirnya mulai mengerti bagaimana menutup luka. Berkatmu aku jadi semakin tahu caranya untuk bangkit dan kembali menata rasa. Dan berkatmu juga, aku sudah melalui proses mendewasa.

Tuhan meletakkanmu ke dalam hidupku untuk sesuatu alasan yang baik. Dan kemudian membawamu pergi dari hidupku juga untuk alasan yang jauh lebih baik.

Terima kasih, aku tidak menyesal.