Bertemu dengan mu…

Adalah yang saya nanti. Dimana kita memiliki kesibukan masing-masing dihari biasa, dan melepaskan semuanya dihari libur. Pada saat itulah saya merasakan hubungan kita dipisahkan oleh jarak yang ber kilometer jauhnya. Tapi saya tetap bersyukur, di hari biasa kamu tetap bisa menyisihkan waktu kamu buat ku. Mendengarkan semua ceritaku dari penting sampai yang tidak penting. Kamu selalu berusaha membahagiakan ku walau hanya dengan makan es krim. Kamu selalu membuatku tertawa dan terakhir kamu selalu melindungi ku.

Hari-hari kita selalu diisi dengan canda tawa kita via phone, bbm atau video call. Tapi terkadang kita saling beragumen tentang beberapa hal, bahkan sampai diam seharian untuk mendinginkan kepala dan hati kita masing-masing. Cara itu yang selalu kita terapkan jika kita menyelesaikan masalah dan ketika diantara kita mempunyai masalah di kantor atau dikeluarga kita sharing.

"Menyatukan dua kepala menjadi satu itu susah".

Mungkin itu adalah dibenak kita sekarang. Mencoba memahami sifat pribadi dan keegoisan kita adalah pelajaran tersulit yang saya jalani. Itu adalah PR yang saya kerjakan setiap hari ketika kita di hadapkan pada masalah. Ilmu yang saya pakai adalah ilmu sabar.

Advertisement

Dan pada akhirnya kita memilih untuk berpisah…

Mungkin ini ungkapan tersulit yang pernah saya rasakan, ketika semua kita jalani suka duka bersama dan pada akhirnya keputusan terakhir berpisah. Saya merasakan sedih, kecewa dan marah menjadi satu. Selalu jadi alasan tidak berjodoh, tapi perasaan ini mungkin belum sempurna ketika harus kehilangan kamu. Mungkin saya harus belajar berlapang dada untuk menerima semua keputusan ini. Pelajaran tambahan yang harus di tekan dalam hati saya untuk harus menerimanya.

Dan pada akhirnya saya mengenal cinta, cinta yang tidak berlebihan, cinta yang sesaat, cinta yang mementingkan diri sendiri. Cinta yang mengajarkan kita saling mengasihi, saling memotivasi, saling menerima, dan cinta mengajarkan saya bahwa waktu itu sangat berharga jika dihabiskan hanya pada satu orang saja.