"Kepadamu yang masih menyempatkan waktu bertemu denganku"

Hari itu hari Jumat 4 september, tiba-tiba kamu datang tanpa ada kabar terlebih dahulu. Ga pernah aku sebingung ini, sekaget, dan sepanik ini kenapa kamu tiba-tiba datang ke rumah..sempat terpikir kalau kamu akan mematahkan hatiku kembali dengan membawa undangan pernikahan kamu dengan pacarmu, tetapi ternyata dugaanku salah. Kamu hanya ingin bertemu denganku bercerita ini itu seperti yang kita lakukan dulu..

Lama tak ada kabar, aku pikir kamu memang sudah melupakanku karena kejadian yang membuat pacarmu marah kepadamu karena kesalahanmu sendiri (yang melibatkan aku tentunya hehe..)..aku hampir sudah berusaha tidak menciptakan ruang rindu dihatiku untukmu walaupun beberapa minggu yang lalu sempat aku merasakan rindu yang teramat sangat dalam kepadamu..tetapi kedatanganmu pagi itu membuat rasa itu kembali muncul..rasa rindu karena lama tak melihatmu dan bercerita kepadamu, melihat senyum dan cara ketawamu adalah sebagian kecil hal yang membuat aku rindu padamu. Kita bercerita banyak hal mulai dari orang tuamu, kuliahmu, skripsimu, bahkan pacarmu aku dengarkan dengan sangat antusias. Dan setiap kita bertemu, kau selalu seperti yang dahulu..bertanya “siapa pacarmu sekarang” atau dengan kasar dan sengaja kamu mengambil hpku dari tanganku berusaha melihat siapa orang yang aku bbm..aku memang risih karena itu privasiku dan kamu tak perlu tau, tapi disisi lain aku suka..aku melihat ada sedikit rasa khawatir dan cemburu dalam dirimu..khawatir kalau-kalau aku dengan pacar baruku, kamu tak bisa bertemu lagi denganku.

Aku melihat kamu tertidur didepan televisi rasanya pulas sekali..ah, pemandangan yang dahulu hampir setiap hari aku lihat..akupun hanya memandangimu dengan senyuman dan berharap ini bukan mimpi. Kita habiskan sisa hari itu berdua..lebih tepatnya kamu tidur dan aku menonton tv haha..tapi tak apa..aku akan menjagamu supaya kamu dapat istirahat dari perjalanan panjangmu dari kotamu ke kotaku. Setelah kamu bangun dan merasa lebih enak’an, kamu tiba-tiba bertanya kepadaku “kalau aku cerita soal pacarku kayak gini, kamu cemburu?” sempat aku berfikir beberapa detik tetapi aku langsung jawab “ya cemburu, wajar kan?” dan kamu juga menjawab “wajar kok (sambil mengusap kepalaku) “maaf ya” katanya..aku hanya bisa tersenyum tak menjawab. Lalu aku juga ingat waktu kamu ijin “boleh ga aku telfon pacarku” aku bilang “boleh” toh itu juga haknya..kenapa aku harus tidak memberi ijin. Diapun berlalu meninggalkanku.

Keesokan harinya saat kamu memutuskan pulang, rasa-rasanya ingin sekali membuatmu tinggal dirumah ini. Sedih rasanya ketika kamu bilang aku akan pulang sebentar lagi. Dan seperti biasanya aku menangis lalu mendekapkan wajahku didadamu dan memelukmu seolah kamu tak boleh pergi jauh. Kejadian itu membuatku tambah terisak tangis dan kamu hanya bisa diam memelukku erat. Setelah keadaanku cukup membaik aku bilang dengannmu “jangan kapok kesini ya” tetapi kamu malah menjawab “aku ga akan kesini lagi kalau setiap aku mau pulang, kamu nangisin aku kayak gini”. Dan aku hanya bisa merengek lalu menyangkal ga akan sedih sambil tertawa kecil..setelah itu kau pun beranjak dan berlalu meninggalkan rumahku.

Advertisement

Terimakasih kunjunganmu..semoga ini bukan terakhir kalinya kamu ke rumahku dan bukan terakhir kalinya juga aku melihatmu kembali..

Berikan salamku untuk orangtuamu dan keluargamu..semoga kita bertemu lagi kembali setelah ini “teman” 🙂