Sebuah pertemuan yang mungkin yang tak pernah terduga menyatukan kita disebuah sebuah organisasi besar yang pernah ada sampai hari ini. Dan sebuah pertemuan yang mungkin akan memisahkan kita pada waktu yang tidak tepat, dis aat kita baru saja merasakan kebahagiaan yang begitu syahdunya. Tawa dan canda yang selalu hadir di saat itu harus berhenti sejenak setelah mendengar berita itu.

Mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untuk berpisah, tapi Sang Produser telah menetapkan segalanya untuk kita saat itu. Sebenarnya hal ini yang paling aku tidak suka dalam hidup ini. Di saat baru sedang merasakan kedamaian, kesenangan, tawa dan canda yang begitu pecahnya tiba-tiba. Tapi aku tersadar kalau ini telah diatur oleh Sang Maha Kuasa.

Tapi yang membuatku sedih ketika beberapa seorang dari mereka bertanya,

"Bang, kalau dia pergi, abang-abang yang lain juga pergi, nanti kepada siapa kami akan mengadu jika kami sedang mengalami kesulitan? Sementara kami baru di organisasi ini?"

Pertanyaan ini terus terngiang-ngiang di telinga ku hingga saat ini. Lantas aku menjawab pertanyaan tersebut dengan sedikit helaan nafas

Advertisement

"Jika kami pergi, kalian tetap bisa berkomunikasi dengan kami kok. Banyak kan? Sekarang kan zamannya teknologi. banyak sosmed-sosmed yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi. "

Seketika mereka mengangguk, tapi sepertinya tak puas dengan jawabanku tadi. Hari demi hari kami lewati setelah kepergian seorang teman yang harus "PAMIT" untuk mengejar masa depannya. Hingga telah tiba saatnya pula salah seorang teman kami pun harus mengikuti jejak dia yang telah dahulu pergi mengejar masa depannya. Seketika, pertanyaan yang dulu pernah datang kembali terulang. Lalu saya pun menjawab lagi,

"Mungkin sekarang kamu yang bertanya seperti ini. Tapi Suatu saat nanti generasi dibawah kalian pasti akan menyakan hal yang sama kepada kalian. So, tak usah bersedih karena kami akan selalu ada untuk kita semua." Dengan sedikit nada candaan aku melanjutkan, "…nanti kalau nyari generasi baru, kalau bisa cowoknya dibanyakin ya, soalnya udah dari tahun ke tahun cowoknya dikit terus."

Mungkin lirik ini akan terus terngiang ketika mengingat kalian dulu yang pernah singgah di kehidupan ini :

"Raso nyao pulang ka badan
Raso iduik aruah nan hilang
Walau barek raso di dado
Lah den kubua carito lamo

Ka dalam den raguak tangih
Di lua lai galak juo
Kok cinto ndak namuah habih
Den kukuik malah hati ko"

Terimakasih untuk kalian yang pernah hadir dalam hidup ini. Kenangan ini akan selalu ku ingat hingga akhir hayat. Dan tempat serta organisasi ini lah yang akan menjadi saksi nyata kita nanti di akhirat kelak. Tawa dan canda, sedih dan haru yang pernah kita rasakan akan menjadi tontonan sedih ketika kita berada Yaumul Mahsyar kelak.

Teman, terimakasih telah mengisi kehidupanku ini hingga pada suatu saatnya nanti aku yang akan pergi begitu juga dengan teman-teman yang nanti juga pasti akan pergi. Dan semoga Tuhan kembali mempertemukan kita di waktu dan tempat yang tak akan pernah kita duga.