Kau tahu apa yang ada di hati dan pikiranku malam tadi sayang? Semua tak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, Jantung ku semakin berdegup kencang kala kau memberi tahu ku jika kita akan segera sampai di rumahmu tanganku mulai mendingin dan senyumku mulai bergetar, saat itu pula aku harus berhadapan dengan wanita yang sangat mencintai mu melebihi cinta ku kepada mu sebesar apapun cinta ku tak akan bisa mengalahkan cinta wanita yang melahirkan mu ya! dia ibu mu.

Rasa takut, malu, bingung, bahagia semua berpadu menjadi satu didalam hatiku. Sekeras aku mencoba menutupi semuanya dengan senyum entahlah mengapa kau sangat pintar membaca dan merasakan semua itu. Tibalah aku harus melangkah menghampiri sosok wanita yang selalu kau cerita kan tentangnya kepadaku dengan senyum kecil dan malu aku mengucapkan salam mungkin jika didengar seksama suara ku sedikit bergetar tapi tak apalah. Telingaku akhirnya mendengar suara lembut wanita itu saat menjawab salamku dan tanganku akhirnya merasakan sentuhan lembut wanita itu saat aku berjabat dan mencium tangan wanita itu, Ya sekali lagi wanita itu Ibumu sayang.

Malam tadi malam kali pertama aku bertemu dengan wanita hebat mu tak banyak kata yang keluar dari mulut ku dengan menjawab malu apa yang ibu mu pertanyakan dan sesekali aku menundukan pandangan ku di hadapanya, padahal sudah begitu hangat wanita itu berbicara dengan ku tapi entahlah mengapa aku tak kunjung mencair untuk ikut menghangatkan suasana. Untunglah Ibu memahami posisi ku mengerti arti diamku.

Maafkan aku bu maafkan aku sayang bukan ini yang ingin aku tunjukan tapi guguplah yang menguasai ku malam tadi. Selepas dari banyaknya perbincangan aku hanya mengerti harapan mu bu.. kau meminta ku untuk bersabar menunggu putramu yang kini sedang berjuang untuk menghalalkan ku. yang perlu kau tahu bu aku akan sabar menunggu putra mu akan ku dampingi dirinya dalam keadaan apapun akan kutemani jatuh bangunnya bu seperti engkau yang telah membesarkan merawat mendidiknya hingga samapi hari ini putra mu menjadi laki-laki yang bertanggungjawab .

Ibu…

Advertisement

Terimakasih Bu.

Kau terima aku secara utuh.

Kau terima aku wanita yang biasa ini untuk segera mendampingi putra sulung mu kau percayakan aku untuk segera mengurus segala keperluannya. terimakasih bu untuk kehangatan mu malam tadi akan kujaga semua kepercayaanmu.

Hanya satu bu yang perlu engkau tahu tak akan pernah aku sanggup menggantikan posisi mu di hati putra mu, tak akan aku bertumbuh menjadi dinding pembatas antara kau dan putra mu, Dan tak akan pernah putra mu membagi cintanya untuk mu. akan ku pastikan cintanya utuh untuk mu kau tetap wanita yang bertahta paling tinggi dihatinya dan aku siap untuk menjadi yang kedua setelah mu bu.

Terimakasih Bu