Kemarin kita sudah berencana, sore ini kita bertemu disebuah tempat makan yang dulu pernah kita singgahi. Tempatnya memang tak jauh dari rumahku, tapi maaf sayang sudah buatmu menunggu, padahal harusnya aku yang lebih dulu sampai di tempat yang kita mau.

Di lantai dua kita pun duduk bersama, memesan makanan favourite kita, ikan gurame dengan rasa yang berbeda, namun aku tau kamu juga suka dengan rasa yang ku suka. Ditemani suasana sore hari yang sedikit mendung namun sama sekali tidak merusak suasana makan sore kita berdua. Ah, tak tau lagi bagaimana aku harus mengungkapkannya, duduk berdua disampingmu, makan bersama,menyuapi ikan gurame asam manis yang ku punya kedalam mulutmu, sungguh benar-benar menyenangkan hatiku.

Saat itu, aku benar-benar ingin kamu mengerti, dan bisa merasakan dari segala tingkah lakuku bahwa aku begitu merindukanmu, betapa aku begitu mencintaimu, ingin selalu menikmati hari-hari berdua denganmu. Tapi aku tak tahu, apakah kamu mampu mengerti dan merasakannya juga?

Sayang, bolehkah lain waktu kita bertemu lagi di tempat itu? Bisakah kamu merindukan saat-saat itu sehingga suatu hari nanti kamu mengajakku kembali bertemu?

Sayang, kita memang tidak pernah tau bagaimana akhir dari cerita kita, tapi percayalah, jika memang saat ini kita tak bisa bersama, rencana Tuhan pasti ada yang lebih indah dari apa yang kita minta. Setidaknya, aku dan kamu selalu punya cara, untuk berbagi kasih yang kita punya, setidaknya Tuhan selalu berikan kemudahan untuk kita tetap saling bersua. Bukankah duduk berdua bersama orang yang kita cinta adalah hal yang sungguh bermakna, sekalipun kita tak bisa memilikinya?

Advertisement

Sayang, jika kamu mulai lelah melalui hari-harimu dengan adanya hadirku, dan jika kamu sudah menemukan kembali dia yang mampu membuat hidupmu lebih bermakna, jangan ragu untuk mengatakannya padaku, jangan ragu untuk berhenti menyayangiku dan lari kedalam pelukannya. Jika memang itu adalah kebahagiaan yang lebih besar untukmu, aku pun berbahagia untukmu. Tak perlu takut rasa ini akan pudar dan menghilang, sebab ketulusannya bahkan mampu mengalahkan derasnya air mataku saat aku menangis merindukanmu.

Saat ini kita memang tak bisa saling memiliki, tapi percayalah, kamu memiliki rasa cintaku yang Tuhan ciptakan di lubuk hatiku. Bersyukurlah, sebab aku masih bisa menunjukan besarnya ketulusan hatiku menyayangimu.

Saat ini, yang bisa aku lakukan hanyalah berdoa. Meminta kepada Nya, agar kemanapun dan bagaimanapun akhir cerita kita, semoga akan selalu menjadi bagian terindah dari perjalanan hidup kita. Semoga akan selalu kau simpan dalam hati sebagai kenangan terindah yang tak bisa kau miliki dalam nyata.

Telah banyak yang sudah kuceritakan, telah banyak yang sudah aku ungkapkan, walau kau hanya terdiam, tak mengapa bagiku, setidaknya engkau tahu segala yang ada dalam benakku. Sehingga, jika suatu hari Tuhan mencabut nyawaku, engkau sudah tahu, bahwa disini ada seseorang yang begitu tulus mencintaimu.

Jika memang sudah mampu untuk mulutmu mengungkapkannya, telingaku selalu setia menunggu, mendengar semua yang kau rasa, mendengar semua yang terjadi padamu dan dia, meski bagimu itu akan menyakiti hatiku, katakanlah… Katakanlah sayang, apapun itu, aku akan tetap mencintaimu.