Selalu ada yang tak terduga, kamu.
Selalu ada yang mewujud rindu, kamu.
Selalu ada yang mengusik amarah, kamu.
Selalu ada yang bisa di rasionalkan tentang kamu.
Kamu.
Makhluk abstrak yang tiba-tiba keberadaannya kuketahui. Juga keberadaanku yang kau ketahui.
Bukan melalui jarum kompas, tapi semoga melalui mata hati.
Belum lama , menurutku. Tapi banyak kulihat hal yang berbeda. Entahlah semoga ini bukan hanya imajinasi, juga sugesti.
Setiap orang hadir dengan sejuta kebaikan, dan sejuta keburukan pula.
Tak terkecuali kamu.
"Lama-lama nanti kamu tahu aku bagaimana" katamu pagi itu.
Perlahan aku mulai mencerna dan memahami.
Kemudian benar-benar merasakan, sisi A , sisi B , dan seterusnya.
Belum banyak.
Karena aku tak ingin berlari terburu – buru.
Aku ingin perlahan berjalan sejenak menikmati perjalanan.

Kamu, dengan sejuta kesibukanmu.
Dan semua terlihat menyenangkan dari kacamata mereka, padahal tidak.
Kita sama – sama yakin bahwa kita punya hidup masing – masing, cita – cita masing-masing, dan tanggungjawab masing-masing.
Ada hal-hal yang seharusnya tidak diikut campurkan , masalah perasaan misalkan.
Paling tidak itu menurutku.
Kamu, yang selalu tak bisa diganggu saat benar-benar fokus.
Begitu juga aku.
Kita hanya mencuri waktu untuk kemudian menyelesaikan urusan masing-masing.
Tak banyak pertemuan kita, tak lama, tak intens.
Mengingat jarak kita tak jauh.
Sekian waktu aku menikmati, meski seringkali harus mengasah sabar lebih dalam lagi untuk melawan secuil ego yang mulai meninggi saat rindu menggebu.

semoga , sibukku , sibukmu , selalu membawa masa depan yang baik.

Kamu, dengan segala kesederhanaanmu.
Sesederhana membelokkan ku di masjid dan sholat berjamaah dengan imam masjid.

Kamu, dengan segala kecerobohanmu.
yang selalu bikin gemes buat ngomelin kamu.

Advertisement

Kamu, dengan segala kecerdasanmu.
Dengan segala kelihaianmu berdebat. Dan aku seringkali kalah.
Tak apa, bukan menang dan kalah yang kucari.
Tapi bait-bait pengetahuan baru seringkali kudapat.

Kamu, dengan segala kejujuranmu.
Hidupmu bukan hanya sendirian , bahkan seringkali dikelilingi orang-orang yang lebih dari saya.
sadar.
Bahwa semua kemungkinan itu ada.
Peluangnya sama. dibuat bahagia atau merana.
Tapi bukan berati putus asa.

See, you're not perfect. I'm too.

Jadi, masih mau bilang semua menyenangkan?
Coba buka mata, pikirkan baik-baik.
Rasionalkan apa yang seharusnya rasional. Tidak dikurang atau dilebihkan.
Banyak orang bilang bahwa rumput tetangga lebih hijau, dan kali ini saya menikmati rumput saya sendiri. Ternyata lebih hijau dari sebelah.
Ternyata menerima yang postif dan negatif itu penyebabnya.
Jangan hanya diterima sebelah saja, positif atau negatif.
Tapi ambil keduanya, seimbangkan, dan nikmati.
Hidup ini berurusan dengan banyak hal, dengan banyak orang.
Kenapa harus berkutat pada satu hal saja?

Yang spesial akan tetap menjadi berharga, akan tetap dilindungi dan dijaga meskipun tak kasat mata.

Terimakasih kamu, yang tak sengaja menjadi guru.