Aku datang padamu untuk belajar mencintai lagi, bukan belajar membenci~lagi

Jika berujung seperti ini, mengapa dulu aku berusaha membuka hati?

Aku yang ke lelahan bersusah payah untuk mencari tempat berlabuh dan untuk pergi dari pantai yang penuh kepedihan. Aku menemukan dan aku tak pernah sampai. Mungkin sampai, namun pada tempat yang tak jauh dari tempatku kemarin. Ya… Masa lalu dan hari ini yang sama-sama memilukan.

Ku kira pertemuan ku denganmu dapat menyembuhkan luka ku

Kamu, denganmu aku berani ikut berlayar kembali. Ku yakinkan diriku bahwa kau akan menjadi obat yang dapat mengembalikan kepercayaan ku akan cinta. Namun salah, kau hanya obat bius yang menghentikan dan membuat ku lupa untuk sementara waktu. Dan setelah aku sadar, ternyata semua terasa lebih perih.

Kepercayaan ku untuk bisa berjalan seiring dengan cinta hampir hilang

Semua karena mu, Aku begitu sakit. Kau yang memupuk kebencian agar ku tak lagi merasakan cinta. Kini semua terasa pahit, sekali pun orang bilang jatuh cinta itu manis. Kau yang membuat ku hampir kehilangan keyakinan ku untuk hidup lebih baik.

Mungkin sekian dari semua kepedihan, dan memang harus aku yang mengakhirinya

Melupakan kenangan kita merupakan sesuatu yang mustahil ku lakuakan. Namun untuk pergi dari segala kepedihan, aku hanya cukup mengikhlaskanmu. Aku pernah berdoa pada Tuhan agar kau bisa menjadi tulang rusukku, entah itu doa yang tak dikabulkan atau doa yang belum saatnya diberikan, aku tak tahu. aku hanya ingin pergi mencari ketenangan dan berusaha menjadi diriku yang lebih baik lagi. Namun salah, kau membuatku benci, bukan membuatku mengikhlaskan

Aku membenci diriku yang selalu gagal mempertahankan satu cinta

Entah ini saatnya atau bukan, aku hanya ingin Tuhan membalas semua dengan setimpal. tidak dengan membuatku menyimpan dendam lagi dan lagi. Nyatanya dirimu yang nyaris membuatku percaya dan nyaris pula membuatku bahwa ternyata lelaki itu sama saja. Aku tak paham apapun yang telah terjadi. Yang kurasakan hanyalah sakit ketika mengingat awal perkenalan kita yang manis dan hanya berujung pahit~