Kamu tau, jika ada seseorang yang saat kamu pandang dan kamu ingat dia membuat perutmu mual, seperti ada beribu kupu-kupu di dalam perutmu yang seolah berlomba-lomba untuk keluar, kamu tau? Itu artinya kamu sedang jatuh cinta, jatuh cinta padanya! Sesimpel itu? Bisa jadi! Ya, jatuh cinta tak perlu alasan bukan?

Dear kamu, sebuah wajah hasil perpaduan sempurna nan sederhana. Kamu telah membuatku jatuh cinta dengan sangat singkat. Berawal dari senyum yang mempesona, dari sebuah tatapan teduh matamu yang membuatku penasaran. Dan dari caramu menyapaku saat sebelumnya kita tidak saling mengenal.

Aku menyebutmu si mata teduh, yap! Cukup dua kata yang mewakili sosok kamu yang begitu menenangkan. Tak perlu penjelasan bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu. Seperti yang aku katakan, cinta tak memiliki alasan. Rasa suka tidak memiliki rumus bagaimana caranya bisa menghasilkan sebuah perasaan yang begitu menyenangkan dan menggelitik saat melihatmu.

Terima kasih sudah menjadi secuil pelengkap dalam hidupku. Boleh aku ralat? Aku tak jatuh cinta padamu, tapi aku jatuh hati padamu. Rasa yang lebih dari sekedar kagum. Rasa yang membuatku tenang saat hanya melihat sosokmu tanpa kau melakukan apapun.

Terima kasih sudah membuatku jatuh hati dengan diam-diam. Terkadang, kamu tau? Aku merasa bersyukur untuk jatuh hati kepadamu dengan cara kau menganggapku tak ada. Maksudnya, kau tak perlu tau benar bagaimana caraku bisa menyukaimu. Cukup dengan melihatmu terdiam sudah membuatku tersenyum.

Advertisement

Aku tak perlu muluk-muluk untuk bisa memilikimu atau berharap mendapat balasan perasaanmu. Yang aku tau hanya aku bahagia saat menatapmu, rasa yang singkat tapi semacam candu. Tuhan mengatur semuanya dengan indah. Aku hanya bagian kecil dari dongeng-Nya begitu pula kamu. Aku hanya perlu menjalani apa yang seharusnya digariskan, begitu pula dirimu.

Sepertinya aku lupa! Aku akan mengucapkan terimakasih lagi kepadamu. Terimakasih sudah singgah sejenak dalam relung hatiku. Terimakasih untuk bisa menjadi bagian dari kisahku yang mungkin akan menjadi ceritaku kelak.

Kamu tidak benar-benar sempurna seperti sosok yang digambarkan di dalam cerita-cerita fiksi. Tapi kamu tau? Kamu itu istimewa. Tetaplah tersenyum dengan senyummu yang mempesona. Itu cukup untuk membuatku tetap mengagumimu dan jatuh hati padamu.

Sekali lagi, terimakasih untuk menjadi kamu yang telah membuatku jatuh hati.