Hai kamu masa lalu yang sedang aku coba tuk aku tinggalkan, apa kabarmu hari ini?

Hari-hari ternyata terasa baik-baik saja walau aku sendiri, tadinya aku kira aku akan rapuh tanpamu. Ternyata aku bisa berdiri tegak dengan kedua kakiku sendiri, tanpa harus bertopang di sandarmu. Hari memang berlalu dengan baik saat-saat ini, tanpamu aku mampu, tapi hatiku tetap butuh waktu untuk mampu perlahan memudarkan rasa sayang itu.

Ijinkan aku kalau saat ini masih ingin menyayangimu dari kejauhan. Bukan rasa sayang untuk masih bisa mengharapmu kembali, tapi karena kamu dulu pernah jadi orang yang paling kupedulikan. Biarkan aku bisa tetap memelukmu setiap saat lewat angin yang berhembus di sekitarmu, bukankah dulu pelukanku lah yang bisa membuatmu nyaman? Angin lembut di sekitarmu, itulah aku.

Akulah juga yang akan selalu menghangatkanmu lewat hangatnya sinar mentari yang akan menyejukkanmu lewat tiap rintik hujan yang jatuh ke bumi. Itulah caraku menyanyangimu – mempedulikanmu saat ini. Mungkin bersamamu bukanlah takdirku, tetapi selalu menyanyangimu cukup dalam hatiku adalah takdirku.

Sejauh apapun kamu melangkah dan pergi, satu yang tak akan pernah lepas mendampingimu adalah doaku. Cinta memang bukan untuk dipaksakan, tapi rasa sayang juga bukanlah suatu kesalahan bagiku. Bayangmu boleh pergi jauh dari penglihatanku, tapi akan tetap hidup di pikiranku.

Advertisement

Itulah caraku mencintaimu, menyayangimu …