Mungkin tak pernah terpikirkan olehmu sebelumnya bertemu denganku begitu juga dengan aku yang tak pernah terlintas di benakku bisa berjumpa dan jatuh cinta padamu. Tapi, waktu mempertemukan kita berdua dengan cara yang sangat indah. Meski demikian kita juga tak pernah tahu bagaimana waktu bisa dengan seenaknya memisahkan kita sejauh-jauhnya dia mau, bahkan terlempar keluar dari apa yang tak kita pikirkan masing-masing.

Tapi aku tak pernah jauh darimu, kamu masih di sini meski hanya bayanganmu yang menari-nari seakan menghiburku yang sendiri melewati hari tanpa mendengar tawa lucumu. Dari awal aku bertemu denganmu jujur aku takut untuk jatuh cinta padamu namun aku tak bisa menahan hati ini untuk mencoba cintamu, walau pada akhirnya ternyata aku salah hatimu bukanlah untuk aku dan ada yang lebih pantas dariku untuk cintamu dan aku tahu itu dari kamu. Menurutmu saat ini dialah yang terbaik semoga saja itu benar dan kamu tak kecewa suatu saat nanti.

Sekarang aku hanya bisa mendoakanmu dari sini bersama mimpiku yang telah pulang bersama cintamu yang hilang. Semoga saja dia yang kamu pilih adalah yang terbaik bagimu memang benar-benar menyayangimu melebihi sayangku padamu. Andai saja kamu tahu bagaimana rasanya hatiku saat kehilanganmu mungkin kamu tak setega ini tiba-tiba hilang dari kehidupanku yang baru saja indah saat kehadiranmu. Jujur dirimu adalah pengobat racun dalam jiwaku yang pernah disuntikkan oleh wanita yang kucinta dulu, wanita yang kukira sang dewi ternyata dewi ular yang sangat berbahaya.

Tapi sekarang penawar racun yang kamu bawa kembali kamu ambil di saat racun dalam tubuhku belum semuanya hilang dan sekarang kembali menjalar di seluruh aliran darahku. Tapi aku tak bisa menyalahkanmu, ini salahku karena aku yang secara diam-diam mencintaimu padahal kita baru saja bertemu dan aku tak begitu paham siapa dirimu sebenarnya hingga sekarang aku sadar ternyata aku memang tak pantas bersamamu.

Kini apa yang aku takutkan terjadi dalam hidupku yaitu kehilangan orang yang sangat aku sayangi akhirnya terjadi lagi, sungguh aku tak mengerti mengapa sesuatu yang aku sayang memilih pergi dari hidupku. Kadang aku merasa semua pengorbanan dan perjuangan tak ada artinya jika sesuatu yang kita inginkan dan impikan bukanlah takdir kita. Semuanya akan kembali kepada titik di mana kita tak pernah punya apa-apa di dunia ini, kita hanya dipinjamkan oleh-Nya dan semua akan kembali kepada-Nya tak terkecuali cinta. Kini aku kembali berjalan sendiri dan sesekali berlari untuk tetap menjemput cinta sejatiku dan semoga itu kamu yang entah di mana sekarang sedang menungguku.

Advertisement

Di manapun kamu sekarang berada semoga selalu dalam lindungannya dan aku hanya ingin memberimu kabar karena aku tak pernah tahu lagi bagaimana kabarmu sekarang. Aku masih orang yang dulu sama seperti saat pertama kali kamu kenal dan aku masih menyimpan senyum manismu dan tatapan indahmu di dalam relung hatiku terdalam. Kamu masih tetap yang terindah yang pernah ku temui dan aku tak bisa membohongi hati ini karena dia masih sangat merindukanmu dan semoga di sana kamu juga rindu padaku meski tak bisa kamu utarakan lagi karena kamu telah bersamanya, dia yang lebih dulu kamu kenal dan kamu sayang. Aku sadar aku memang tak pantas mendapatkan cintamu karena aku adalah orang ketiga dalam kisahmu namun perasaan dalam hatiku tak bisa ku bohongi aku sangat mencintaimu sejak pertama ku melihatmu. Namun takdir tak berpihak kepadaku karena kamu memang bukan untuk ku tapi untuk kekasihmu.

Terakhir aku hanya ingin mengatakan jika suatu saat cintamu terluka ingatlah cintaku yang tulus ini yang pernah ku curahkan untukmu, namun tak sempat kamu cicipi mungkin sedikit dia bisa mengobati dan rinduku bisa terbalas oleh kebahagianmu meski bukan aku yang membuatmu bahagia disana.