"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Mah, semakin dewasa kakak memahami, esensi dari sebuah ulang tahun bukan lagi tentang beli kue yang ada lilin angka yang menunjukkan usia kita, bukan tentang hadiah – hadiah yang nilai nya tak seberapa, bukan juga tentang makan bersama se-keluarga, apalagi dengan kondisi jarak yang menjeda raga untuk bersua, meet-up bersama itu menjadi semakin wacana adanya. 

Mah, kakak baru menyadari esensi sebuah ulang tahun saat ini, ketika jarak melintang beribu kilometer diantara kita, ternyata benar ya, jarak itu mendewasakan. 

Mah, esensi sebuah ulang tahun ternyata tak serumit apa yang tertanam dalam mindset kakak. Mah, ternyata esensi itu hanya terdiri dari dua kata kerja: bersyukur dan bersabar. Bersyukur bahwa hingga detik ini kita masih sehat, masih bisa melihat dunia dan sekitarnya yang batasnya semakin samar.

Bersyukur atas sekecil apapun pencapaian yang telah kita raih, entah itu berwujud semakin banyak kebermanfatan yang kita tebarkan atau semakin luasnya pemahaman kita atas suatu ilmu pengetahuan, atau justru semakin dewasanya kita menyikapi suatu kejadian. Bersyukur bahwa kita masih memiliki waktu untuk mengumpulkan lebih banyak bekal, karena kata mama hidup ini perjalanan yang ujungnya adalah pengadilan.

Advertisement

Bersabar dalam menerima apapun yang telah Allah takdirkan, karena Mama bilang, rencana Allah selalu baik adanya. Bersabar dalam berjuang, karena sejatinya hidup ini perjuangan dan orang – orang yang tumbuh dengan segenap mimpi masa kecil mereka akan lebih konsisten dan persisten daya juangnya karena mereka telah menentukan arah dan tujuan.

Bersabar untuk tidak menyerah meskipun lelah, kantuk, malas adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah proses perjuangan. Hari ulang tahun kita, barangkali adalah momen yang tepat untuk berefleksi dan berkontemplasi tentang pencapaian dan perjuangan kita. Mengevaluasi. Merumuskan kembali. Memulai langkah lagi.

Hari ulang tahun kita, barangkali adalah sebuah reminder bahwa jatah hidup kita di dunia semakin berkurang adanya. Mah, sehat selalu ya agar mama bisa doain kakak dan adek terus. Terima kasih untuk setiap waktu yang mengesankan, yang setiap kejadian bertransformasi menjadi kenangan. Terima kasih untuk setiap kasih sayang yang senantiasa 'memanggil' untuk pulang. Terima kasih

Esok, ketika waktunya tiba kakak akan pulang mah. Kakak akan pulang.

 

Yang sedang belajar, Kakak :)