Saat malam tiba, tak pernah lepas dari pikiranku bayangan tentang dirimu. Tawamu, ocehanmu tingkahmu dan semuanya tentang dirimu yang tak pernah aku lewatkan.

Mungkin kau bukanlah seseorang yang pertama mengisi hatiku, dan aku juga mungkin bukan yang pertama mengisi hatimu. Namun bukannya aku terlalu berlebihan atau terlalu yakin dengan hatiku, yang kutahu kau seperti perhentian dari segala harapan harapan yang selalu kulambungkan di tiap hari hariku

Begitu banyak jam, hari, minggu dan bulan-bulan yang kita telah lewati, menciptakan begitu banyak kenangan yang tak biasa bagiku. Waktu-waktu yang telah kita habiskan untuk duduk dan menceritakan segala harapan dan cita cita kita, aku masih ingat betul betapa berbinarnya mataku saat itu, dan betapa beserinya wajahku mendengar segala kata-katamu tentang masa depan kita kelak. Ya aku bahagia . Kita menghabiskan waktu untuk mengenang segala hari, dari hal yang paling biasa hingga yang luar biasa. Hingga aku menyadari, kau telah benar-benar mengisi seluruh ruang hatiku. Seluruhnya, hanya kamu.

Kau telah menjadi bagian yang benar-benar penting dalam hidupku, rasanya aku takkan bisa hidup tanpa kamu. Aku banyak belajar darimu, belajar banyak hal yang selama ini tak pernah kupikirkan. Kau selalu menjadi pengingat yang menjauhkanku dari kesalahan, kau selalu menjadi orang yang paling mendukungku saat aku benar-benar putus asa. Ya, aku begitu nyaman dengan caramu memperlakukanku. Aku pernah mencintai seorang lelaki, tetapi tidak seperti aku mencintaimu.

Hingga tibalah hari ini, hari dimana jarak dan waktu akan memisahkan kita demi segala harapan dan cita-cita yang akan kita raih. Aku ingat betul, aku sadar, aku tak ingin jauh darimu, aku merasa seakan-akan separuh dari jiwaku pergi.
Belum sempat aku mengatakan segala perasaanku, air mataku telah jatuh lebih dulu. Andai aku punya pilihan lain aku ingin kau tetap disini. Andai saja.

Advertisement

Betapa beratnya aku merelakan kepergianmu, berpegang pada janji yang telah kita rajut, aku berusaha mengikhlaskanmu. Kau bilang, kau pasti akan datang kau pasti akan pulang dan kau akan tetap sama seperti saat kau pergi meninggalkanku.

“I wish that we will find a new day, the day that we will get everything, everything that make us feel alive. We will get a better life than a life we get before. I wish we can pass this examination, i hope you waiting for me till i back here and believe me that i will back like when i leave you. My face, my lips, my eyes and all of my body parts, especially my heart, it will not change because i love you more than you know.”

Kata-kata itu selalu terngiang di telingaku, terekam dengan jelas di otakku. Mungkin ini akan menjadi waktu yang panjang untukku, tidak melihatmu lagi dari dekat, tidak bisa mendengar segala celotehanmu, tawamu yang akan selalu aku rindukan, segala tingkah konyolmu yang selalu buat aku tertawa. Yang saat ini takkan bisa kurasakan lagi.

Tapi, aku akan menunggumu disini, menunggumu dengan segala janji kita, impian kita dan cita-cita kita. Kita telah berjuang di jalan yang baik, semoga di hari depan semuanya akan seindah harapan kita.

“If you were here or i was there or we were together anywhere”.