"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim."

Jatuh cinta memang hal yang indah sehingga setiap orang rela melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Perasaan di dalam hati yang tiba tiba muncul terkadang membuat bingung. Bahkan sampai timbul pertanyaan yang menyebabkan gejolak di hati menjadi tak menentu.

Kata kata diatas itu pun terjadi di hidupku. Padahal aku tipe orang yang agak introvet, tapi dengan dia seakan akan aku bisa bercanda untuk mengisi hari hari yang membosankan, saling ejek untuk membuat suasana tidak hening dan sepi, bahkan sampai melakukan hal yang aneh untuk saling menghibur diri. Tapi, pelan pelan ada rasa yang membuat nyaman dan menyenangkan sehingga aku kagum dengannya.

Memang aneh jika dipikir dengan logika, karena awalnya hanya sebatas teman yang tidak terlalu dekat. Awalnya aku nggak mengerti tentang rasa yang muncul ini, karena aku tipe yang agak introvet dan menutup diri dengan orang lain. Tapi kupikir dia mempunyai pesona yang berbeda dari cewek pada umumnya. Sifatnya yang blak blakan, apa adanya, tapi agak pemalu membuatku makin penasaran.

Akhirnya aku beranikan diri untuk mencoba lebih dekat dengannya. Mulai dari chat lewat sosial media yang nggak penting, mengobrol tentang hal yang mustahil dikakukan, dan hal aneh lainnya. Entah mengapa semua itu membuatku nyaman dengan dia, dan itu pun berlanjut sampai beberapa waktu yang ngga menentu.

Advertisement

Waktu terus berlalu, dan kami pun masih melakukan hal yang bisa buat tertawa meskipun hanya lewat chat sosmed. Lama lama, rasa nyaman ini semakin besar dan menjadi rasa suka dan sayang yang nggak bisa dihindari. Awalnya aku pun nggak mengerti apakah dia juga punya rasa nyaman yang akhirnya menjadi suka dan sayang sama sepertiku atau malah sebaliknya.

Hari terus berlanjut. Tanpa pikir panjang, aku langsung bicara jujur tentang perasaanku ke dia. bicara tentang perasaan memang agak sulit bagiku, jadi aku hanya bicara lewat chat. Reaksi dia pasti kaget dan bingung ketika pertama kali melihat balasanku. Dia sepeti nggak percaya dengan apa yang aku ungkapkan. Dia pun sampai bertanya “kenapa kok kamu suka aku?”, “sejak kapan kamu suka aku?”, “emang nggak ada cewek lain sampai kamu suka aku?”.

Pertanyaan itu membuatku berpikir dia nggak punya rasa yang sama seperti yang aku rasakan selama ini. Tanpa pikir panjang aku mulai menjawab pertanyaan yang dia ajukan. Akhirnya dia pun membaca dan mengerti semua maksud  setiap perkataan yang ku ungkapkan. Tetapi ekspektasi tak sesuai dengan realita. Harapan yang awalnya membuatku bergairah ternyata nggak berjalan mulus.

Dia menjawab dan mengungkapkan perasaannya kepadaku. Tapi ungkapannya membuat hati sedikit ada rasa sakit. dia hanya ingin berteman, nggak ada kata yang lebih dari sekedar teman. melihat kalimat seperti itu membuatku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan awalnya. Tapi aku mencoba untuk lapang dada dan mulai menjelaskan apa yang ingn aku ungkapkan. Aku menghargai apa yang menjadi keputusannya, karena perasaan yang dipaksakan tidak akan menemukan esensi cinta yang sesungguhnya.

Akhirnya aku kembali ke keadaan semula yang hanya ada kata “teman” diantara kita. Tapi aku yakin dia ngga akan membeciku karena aku tahu cinta dan benci tidak akan berjalan selaras dengan apapun.