Aku tahu mungkin aku hanyalah wanita biasa yang memiliki batas kesabaran untuk menunggu seorang pria seperti kamu sampai saat ini. Masih banyak wanita yang lebih sabar diluar sana yang mampu menunggu prianya untuk datang menghampirinya. Tapi, tahukah kamu bahwa menunggu itu adalah pekerjaan yang sulit?

Menunggu dan bersabar adalah satu paket didalam kehidupan, selain menunggu aku harus belajar bersabar. Mau tidak mau aku harus melakukan itu, karena aku belum ingin melepasmu pergi begitu saja. aku masih tetap berusaha untuk bisa mendapatkan tulusnya cintamu.

Aku sadar bahwa penantian ini akan berujung pada kesedihan, tidak seharusnya aku berharap terlalu besar pada hubungan yang tidak pernah ada kita didalam setiap kisahnya. Hanya ada aku dan kamu, bukan kita. Tidak seharusnya aku berharap pada hati yang tidak pernah sedikitpun memikirkan aku. Hanya luka yang akan aku terima.

Aku ingin bisa terlepas dari cinta sepihak ini, tapi tahukah kamu untuk merelakanmu pergi membuat hatiku terasa sesak. Aku memang tidak akan meminta kamu untuk menyambut rasaku, aku tidak akan memaksa kamu untuk merasakan cinta yang sama seperti aku.

Aku tidak akan meminta kamu untuk belajar mencintaiku. Aku tidak akan setega itu pada kamu. Karena aku tahu bagaimana sakitnya mencintai seseorang yang tak mencintaimu. Dan aku tidak mau kamu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini.

Advertisement

CInta memang tidak bisa dipaksakan, begitupula dengan melupakan. Aku tidak bisa memaksa perasaan ini untuk pergi ataupun hilang secepat kilat. Jika bisa sudah aku lakukan sejak dulu, sejak aku menyadari ada rasa aneh didalam hati yang menggebu ketika melihatmu. Tidak akan aku biarkan hatiku sakit seperti ini..

Tapi biarlah berjalan seperti ini. Aku percaya jika kamu memang jodohku kita pasti akan bersama. Namun, jika memang kamu bukan jodoh yang diciptakan Tuhan untukku. Akan kuikhlaskan hati ku untuk merelakanmu.

“Dari aku, wanita yang masih menantimu sampai saat ini"