Dia datang saat hati ini masih menyimpan luka dari masalalu. Dia datang saat hati ini berhenti percaya akan datangnya kebahagian itu. Dan dia datang dengan membawa sebuah janji manis yg bahkan terlalu manis untuk kisah yang pahit.

Kejutekanku terkalahkan oleh sikap teguhmu untuk memulai sebuah perkenalan denganku. Tanpa jenuh kamu selalu mengirimiku sms sms manis yang berisi perhatian. Dan tanpa segan kamu memperkenalkanmu di depan keluargamu sebagai calon bagian dari keluargamu nantinya.

Kepercayaanku tentang kebahagian itu akhirnya timbul lagi saat dengan beraninya kamu meminta ijin dengan orangtuaku untuk menjalin sebuah hubungan.Aku mulai membuka belajar membuka hati dan berpikir berpikir. Apa ini rasanya kebahagiaan itu TUHAN?

Satu ketika saat aku ingin mencari seseorang di akun sosmedku, aku menemukan seseorang yang mencuri pusat perhatianku. Wanita itu!! Wanita itu memasang fotomu. Aku terdiam sesaat dan mencoba berpikir positif tapi percuma, otakku telah dikelilingi para setan yang berbisik menyakitkan. Saat aku membuka status hubungan wanita itu. aku melihat wanita itu berpacaran dengan nama yang asing buatku. Tapi saat aku buka profil pacar dari wanita itu. Nafasku terhenti sesaat. Iya. Itu akun sosmed kamu sayang. Itu kamu dan aku ga mungkin salah mengenali seperti apa lelakiku.

Aku mencoba meminta konfirmasi padamu. Dan jawaban yang keluar dari mulutmu mampu meruntuhkan dongeng yang selama ini aku bangun. Kamu mengakui kalo wanita itu sebagai pacar kamu. Kamu mengakui itu di depan aku. Dan kamu mengakui hubungan itu sudah berjalan dari tahun 2009 silam. Lantas apa maksud dari kehadiranku di sampingmu selama ini Apa maksud dari dongeng yang kamu janjikan bakal indah itu?

Advertisement

Sepanjang dan selebar apapun penjelasanmu tentang kedekatan kita tidak menutup spekulasi bahwa aku, akulah wanita kedua itu. Bahwa akulah perempuan lain di hubungan kalian. Bahwa akulah kekasih keduamu. Dan kenyataan pahit itupun harus aku terima. Kenyataan bahwa aku harus melepasmu, dan aku harus mengubur semua angan untuk kita menjadi angan untuk kamu dan dia.

Aku pergi bukan karena aku berhenti mencintaimu. Aku pergi karena ini yang memang harus kita lalui. Untuk berontak pada orang masih dapat aku lakukan tapi berontak pada takdir ? Maaf!! Aku tidak sekeras kepala itu. Kamu tahu? Walaupun aku tidak bisa memiliki apa yang aku inginkan. aku tidak akan pernah mati-matian merebut milik orang lain. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Satu hal yang aku tau sekarang. Dari awal hubungan kita itu sudah salah lantas apa lagi yang bisa kita harapkan.

Untukmu. Untukmu yang membuat segalanya terasa nyata. Terima kasih karena telah menyadarkan diri ini bahwa kamu ga akan pernah bisa aku gapai. Sekuat apapun usahaku dan sederas apapun doa yang aku panjatkan. Aku memilih pergi bukan karena aku membencimu. Aku mencintai. sangat sangat mencintaimu. Tapi aku tau, aku dan perasaan ini berada di situasi yang salah.

Bahagialah dengannya.