Hai untukmu yang sebentar lagi lulus

Sepertinya aku telah kehilangan semangat untuk duduk bercengkrama di Corner kampus bersama teman-temanku , karena ku tahu kau takkan lagi duduk di tempat itu. Di tempat kau memandangku dengan tajam sehingga aku merasa keGRan

Mungkin kau tidak menyadari, bahwa aku selalu menstalking akun media sosial mu untuk sekedar tahu apa yang kau suka, apa yang sedang kau perbuat, bahkan sekedar ingin tahu suasana hatimu.

Kau terus saja membuat ku GR dengan segala apa yang kau perbuat. Dalam pikiran ku, aku berpikir bahwa kau sedang berusaha untuk mencari perhatian ku. Ah , itu hanya khayalan semata. Itu bukan terjadi sekali, tapi berkali-kali. Tak sanggup aku mendustai hati yang seakan bergejolak saat hal itu terjadi, tapi pikiran ini selalu berbicara lain. Dia selalu menyadarkan aku saat lamunanku sudah sangat jauh tentang nya

Apa mau di kata dia akan segera lulus dan jangan sampai semangat ku memudar

Advertisement

wahai kau yang tidak peka, sejujurnya aku sama sekali tidak tahu apa yang harus aku perbuat saat kau duduk di depan ku ,yang ku lakukan hanya memandangi segala gerak-gerik mu dengan sembunyi-sembunyi. Dari semuanya itu ku tahu , kau pelit akan senyummu, kau pelit akan tawamu, dan bahkan pelit akan suaramu. Mengapa kau begitu pelit sayang ? sayang ? ah lupakan , aku agak sedikit gila. Silakanlah kalian tertawa

Rasa ini aneh .Kita bahkan tak saling kenal. Aku juga tak tahu mengapa ku menyebutmu tak peka. Tapi ku rasa itu cocok untukmu. Kau memang tak peka