Menjalani hubungan terlarang dengan seorang wanita disaat kita telah memiliki pendamping hidup(istri) memanglah sangat dilematis, karena tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Terkadang kita harus berperang dengan keegoisan kita.

Keegoisan ingin memilikinya.
Keegoisan ingin perhatiannya.
Keegoisan ingin menjadi satu satunya yang dia cinta.

Padahal dengan dia rela menjalani hubungan "teman rasa pacaran" dengan kita yang sudah berstatus saja seharusnya sudahlah menjadi bayaran yang setimpal untuk kita, jadi tidak seharusnya kita menuntutnya untuk memberikan sepenuh hatinya hanya untuk kita.

Bukankah kita pun membagi hati untuk istri dan dirinya?

Advertisement

Inilah kisahku…
Setahun rutinitas bekerja bersamanya membuat hubungan kami semakin dekat, semakin hari aku semakin mencintainya tanpa peduli ada dua cinta di rumah yang selalu menungguku tiap pulang bekerja.

Tanpa aku sadari, dahsyatnya cinta dalam hati yang aku tanam untuknya telah berbuah cemburu, setiap aku mendapatinya berkomunikasi dengan beberapa pria via pesan singkat di handphonenya, hatiku seperti kaca yang digores paku, namun dirinya yang cuek, mudah bergaul, dan disenangi banyak orang membuat rasa cemburuku tak ada artinya buatnya.

Akhir-akhir ini perhatiannya mulai berkurang untukku, mungkin ada pria lain di luar sana yang berhasil mencuri perhatiannya, "ah…mungkin sudah takdirnya dia bukan denganku".

Dia pun beberapa kali sudah mengajukan diri untuk menyudahi hubungan ini tapi selalu aku tolak, karena aku masih mencintainya!

"Tuhan… benarkah cinta sesungguhnya tak harus memiliki?

Lantas untuk apa Engkau menciptakan hati jika hanya untuk disakiti?"

Goresan paku olehnya ke dinding kaca hatiku semakin membuat hatiku retak, tinggal menghitung hari untuk pecah berantakan menjadi serpihan yang hilang tertiup angin.

Dan bila saat itu tiba, aku pasti akan meninggalkannya dan merelakannya pergi bersama pria pilihannya.

Meski keterpurukan telah berjanji akan menemaniku selepas kepergiannya, aku akan berusaha kuat dan bahagia melihatnya bersama pria pilihannya.

Satu yang aku pinta untukmu kekasih gelapku…
Jadikanlah sifat-sifat baikku sebagai pedoman untuk pria pilihanmu agar ditiru, dan jadikanlah sifat-sifat burukku sebagai pedoman untuk pria pilihanmu agar tidak ditiru.

Dan bila nanti dia menyakitimu, kenanglah aku yang selalu berusaha membahagiakanmu, yang selalu berusaha menuruti keinginanmu dan tidak akan pernah hadir kembali dalam hidup dan harimu, tapi kamu jangan bersedih, karena mitosnya di dunia ini kita memiliki tujuh orang kembaran, dan kamu telah menemukan aku dan masa lalumu yang memiliki sifat dan karakter yang sama dengan ku, jadi masih ada 5 pria lagi yang memiliki sifat dan karakter sama sepertiku, bila kamu ingin aku kembali, carilah salah satu diantara kelima pria tersebut.

Dalam keterpurukanku… I'm still lovin' you Fitri