Kata orang, "Selamat tinggal" adalah kata yang paling sulit untuk diucapkan. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa kata seperti, "Aku sudah melupakanmu," , "Aku sudah memaafkanmu," , "Aku sudah move on" adalah kata-kata yang juga sulit untuk diucapkan?

Kadangkala kita lupa, kalau ternyata jatuh cinta datang sepaket dengan patah hati. Kita mungkin bisa mempersiapkan diri kita untuk jatuh cinta, lalu bagaimana cara kita siap menghadapi patah hati? Jawabannya, jangan jatuh cinta. Mudah kan?

Many people says that “Goodbye” is the hardest word to say, but for me “I’m moving on” is the hardest words that I ever said in my life.

Cinta mengajarkan kita arti sebuah kebahagiaan namun juga kehancuran. Memang benar apa yang dikatakan oleh orang, disaat kamu dilanda penyakit cinta, kebodohan menjadi temanmu. Rasanya, seluruh panca inderamu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Otakmu bersekongkol dengan hati dan berkata, "Dia orangnya!". Dan kamu percaya begitu saja. Kamu melakukan semua yang dia inginkan. Kamu berikan waktumu yang berharga demi melihat senyum di wajahnya. Kamu berikan semua yang ada pada dirimu hanya untuk dia seorang.

Karena antara jatuh cinta dan bodoh hanya dibatasi oleh garis tipis.

Advertisement

Hingga kamu lupa bahwasanya cinta tidak datang sendiri. Dia turut membawa patah hati yang membuatmu menderita penyakit cinta. Pada titik itulah, dirimu di uji coba. Mampukah kamu bertahan dari rasa sakitnya kehilangan cinta? Mampukah kamu merelakan dan memaafkan dirinya yang telah memilih untuk pergi? Kamu harus mampu.

Kamu boleh terpuruk saat cinta memilih pergi. Kamu boleh menangis dan meratapi kepergiannya. Namun, cukup sebatas itu saja. Sebatas kamu mengetahui, bahwa kini kamu kembali sendiri. Tidak akan ada lagi dia yang mengucapkan "selamat pagi" , "jangan lupa makan" , "aku jemput ya nanti" , "kamu lagi apa?" , "aku kangen" , "selamat tidur" , "mimpi indah ya".

Tidak akan ada lagi pelukan hangat yang mendekapmu saat sedang sedih ataupun marah. Tidak akan ada lagi tangan yang selalu siap sedia memegangmu ketika jatuh. Disamping ketidakberadaanya cinta, kamu masih memiliki dirimu yang jauh lebih berharga dan bernilai. Kamu juga masih memiliki orang-orang yang menyayangimu dan bersedia meluangkan waktunya demi kamu.

Dari kehancuran yang kamu alami, kamu bisa mengambil sisi baiknya. Kamu sadar bahwa, mungkin cinta memilih pergi karena kamu masih kurang dalam banyak aspek. Saat seperti itulah, kamu bisa memperbaiki diri kamu menjadi lebih baik. Itu yang dinamakan introspeksi diri. Mulailah dari yang terkecil.

Contohnya, yang biasanya kamu selalu bangun siang, kamu sekarang bisa mengatur alarm agar bangunmu lebih pagi, tidur tidak terlalu larut, memperbanyak waktu bersama teman, atau untuk wanita yang awalnya tidak pernah menggunakan make up, mulai melihat tutorial yang ada di youtube. Dengan atau tanpa kamu sadari, kamu sudah mulai melupakan dia yang telah mematahkan hatimu.

Memperbaiki diri juga sama dengan meningkatkan kualitas diri kamu. Percaya atau tidak, semakin kamu berusaha mengupgrade diri kamu, maka semakin banyak cinta yang akan datang kepadamu. Termasuk cinta yang telah pergi sebelumnya.

Karena sejatinya, jika sesuatu ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain.

Disaat kamu sudah puas dengan dirimu yang baru, kamu akan merasa sangat percaya diri dan sudah siap untuk bertemu dengan cinta yang baru lagi. Kamu sudah siap untuk memulai hubungan baru lagi. Mungkin nanti kamu akan merindukan masa-masa bersama dia yang telah pergi. Namun, kamu juga pasti bertekad untuk tidak membiarkan dia untuk kembali mengisi hidupmu. Kamu merasa, sesuatu yang telah memilih untuk pergi, tidak baik jika datang kembali.

Maka saat itulah yang tepat bagi kamu untuk mengatakan,

Hai mantan, I'm moving on….