Hai kamu lelaki di masa laluku.

Aku ingin menyampaikan apa yang selama ini aku pikirkan. Sudah lama aku ingin mengatakannya kepadamu. Aku ingin meminta maaf kepadamu atas semua salahku saat kita bersama kemarin. Iya.. aku meminta maaf atas luka yang kugoreskan di hidupmu. Mungkin beberapa bulan kemarin aku belum mampu memaafkan apa yang telah kau lakukan kepadaku. Namun berbeda dengan hari ini. Aku rasa aku sudah cukup dewasa untuk memaafkan dan meminta maaf kepadamu dan kepada hatimu.

Hai hati, sudikah kau memberi pengampunan pada ku ? Atas semua salah yang telah aku lakukan kepadamu dan pemilik mu ? Kesalahan yang aku sengaja maupun tak ku sengaja ? Besar harapanku agar kau mau memaafkan aku. Kalaupun kau masih belum bisa memaafkan, aku memakluminya. Karena aku tahu itu adalah hal tersakit yang pernah ku lakukan selama hampir 5 tahun aku dan pemilikmu bersama.

Dan kamu.. jangan risau aku telah sanggup memaafkan dirimu dan masa lalu kita.

Aku akan belajar menangani semua yang akan terjadi pada diriku di masa depan nanti tanpa harus mengusik kehidupanmu lagi. Terima kasih telah mengizinkanku mengenal dirimu untuk beberapa tahun kemari. Mungkin aku belajar 1 atau 2 hal darimu. Tapi maaf jika aku lebih memilih pergi dari sisimu. Dan akan aku biarkan kau berspekulasi sesuka hatimu. Entah fitnah apa lagi yang akan keluar dari mulut manismu. Tapi aku telah memaafkan semua yang telah kau lakukan padaku dulu.

Advertisement

Aku berharap kita tidak akan saling membenci setelah ini. Kau boleh tak menyapaku lagi, kau boleh membual tentang aku, kau boleh lakukan sesuka hatimu. Tapi aku hanya ingin mengingatkan kamu akan karma.

Tidak… aku tidak berdo’a akan karmamu. Aku hanya percaya tuhan itu adil.

Sekali lagi Aku meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan selama aku bersamamu. Aku berharap kau mau memaafkanku. Semoga kelak kita bisa bertemu sebagai teman. Saat semua telah bisa berjalan seperti dulu kala.

Dariku, masa lalumu.