Entahlah harus dari mana aku akan memulai untuk menulis surat ini. Aku hanya bingung, apa panggilan yang tepat untukmu. Wanita perebut lelaki orang. Terlalu kasarkah itu? Ya entahlah, yang aku tau kamulah orang yang saat ini sedang berada di antara kami.

Meskipun aku tidak pernah melihat secara langsung siapa kamu sebenaranya. Tapi, yang aku tau kamu adalah sosok wanita cantik. Jadi, kamu pasti bisa mendapat lelaki yang ada di luaran sana tetapi jangan lelakiku.

Kita sama-sama seorang wanita bukan? Seharusnya kamu bisa merasakan bagaimana menjadi "aku”. Kamu seharusnya bisa merasakan bagaiman susah payahnya aku mempertahankan hubungan ini. Hubungan yang sangat berbeda dengan yang lain. Tetapi, mengapa kamu terus-terusan mengemis perhatian dari lelakiku?

Aku pernah membaca quotes ini, "orang ketiga itu ibarat tamu. Jadi, dia tidak akan bisa masuk kalau si pemilik rumah tidak membuka pintu”

Iya, itu memang benar. Tapi jika ditelaah dengan baik-baik, ngapain orang ketiga itu ngejogrok di depan rumah orang yang pintunya sudah ditutup? Apa memang tidak ada rumah orang lain yang pintunya masih terbuka?

Advertisement

Aku yakin, kamu wanita cantik, kamu wanita baik-baik. Pasti kamu akan bisa mendapat lelaki lain yang jauh lebih baik dari lelakiku.