Hai pria yang ku kagumi? Apa kabar? Semoga selalu sehat ya. Jaga mamah yaaa

Kubayangkan mungkin kau akan terkejut melihat dan membaca tulisanku. Karena aku tak pandai untuk merayu dan menggelitikmu. Maaf atas kekurangan itu.

Terimakasih banyak ya atas sambutanmu yang memilukan hati. Atas gengsimu yang tiada tara kau kurangi. Atas pintamu untuk memendam. Kini, biarkan aku menulis sesuatu untuk menggambarkan rasa yang kini menari di sekat-sekat hati. Jaga kesehatanmu ya. Ku tau meski nanti tak bersamaku, aku telah ikhlas mengetahuinya dan cukup bahagia mengenalmu.

Jatuh cinta padamu adalah hal yang tidak aku rencanakan sebelumnya. Bahkan berkeinginanpun tidak, tapi…

Awalnya aku tak punyai rencana sejauh ini hingga ku jatuh cinta pada kesederhanaanmu. Ku ketahui, kau sedang berada dititik paling tidak enak dalam hidupmu. Iya jauh dan tak ada hubungan dengan dia yang kau sayangi. Namun seringnya kau menyapa dan mengulangi itu, ku kagumi paras kesederhanaanmu yang membuat hati ini lumer.

Advertisement

Karena pada awalnya biasa menjadi terbiasa berakhir mengumpul kebiasaan, ada rasa yang menggelitik nurani ini

Hai masih ingat perkenalan awal kita? Yang ku ketahui dulu kita masih mengurusi urusan kita masing-masing yang bisa dibilang urusan hati kita sendiri. Kau dengannya, aku dengan dia. Kala itu aku tau kau dengannya dan aku dengan dia. Aku memberi jarak agar tak terlalu dekat. Membalas komunikasimu pun 'seinginku' saja. Dan pada akhirnya kita sama-sama lepas dengan urusan pribadi, ku temukan kenyaman yang ku tau, hatimu masih dengan yang dulu.

Dimulai pada bait paling manis mana aku memulai menyukaimu dengan segala kuasaku.

"Tak ku sadari ini cinta yang diam-diam merasuk perlahan di rongga hati insan yang ingin saling mengenal

"

Mencintaimu Diam-diam, Meyukaimu perlahan

Pada satu titik dimana ku sadari aku jatuh hati padamu, entah kenapa kamu berbeda dari yang lain. Mulai mampu membanjiri pikiranku dengan beberapa inginku yang mulai jadi secret admirer. Hahaha lucu juga ya, lucu sekali perasaan ini. Yah namanya juga cinta, apapun terasa di luar logika fakultas manusia kan?

Assalamualaikum.. Masih ingat aku? Aku yang dulu pernah menghubungimu, kuliah dimana sekarang? (Tulisan kamu)

Entah kenapa banyak sekali sesuatu yang membuatku memutar otak dan mengingatmu lagi. Yah namanya juga cinta

Tanpa sadar akupun mencari tahu semua kabarnya, hingga kenangan itu kembali terkuak

Kini ku tahu semua hal, penjelasan darimu tak lantas mematahkan rasaku. Justru aku bersyukur, ini laki-laki jujur sekali sebenarnya tapi yah mungkin ada batasnya. Ku pahami kau dengan dewasa tanpa ada rasa ingin pergi. Terimakasih atas segalanya.

Hingga pada akhirnya mulai rasaku diuji kembali dengan hadirnya dan hadirnya

Aku tak pernah marah jika ku ketahui semuanya. Akan merasa kecewa jika kau buat seolah paling indah padahal itu palsu. Sedangkan cinta pada hakikatnya memberi lalu menerima. Aku tak mampu untuk meratapi perasaan karena memang aku bukan siapa-siapa. Tapi jika ku tau semua, aku tak marah. Justru aku mengucap syukur. Lagi-lagi jika bukan aku, aku tak mengapa.

Sesungguhnya laki-laki akan mencari wanita seperti ibunya

Meski malu, ku akui perasaan ini. Sejatinya aku tak luput mendoakan namamu di sepertiga malamku

Aku tak pernah lupa menyapamu. Hingga aku sadar, aku bukan siapa-siapa saat ini. Perasaan cemburu ku lontarkan begitu nyata hingga aku merasa perasaan ini begitu kuat. Entah kau tau atau tidak namun ku serahkan pada Pencipta. Hingga pada akhirnya kembali mengukir kenangan kecil nan sederhana yang tak perlu ku sebutkan apa saja itu. Membuatku merasa paling bahagia padahal banyak wanita disana yang denganmu kan? Hehe tak perlu khawatir, tak perlu kau takut. Aku mampu menjaga perasaan itu. Maaf jika telah membuatmu ragu. Namun ada hati yang tidak perlu diketuk dengan ritme terburu-buru. Aku menyadari itu hatimu bukan? Telah ku ketahui semua. Ku hadapi dengan penuh kedewasaan. Menyingkirkan egoku dan membiarkanmu bebas untuk mencari rumahmu. Meski tidak denganku, terimakasih yaaaaa, ku dengar ini syahdu

Tak perlu sesumbar akan perasaan. Cukup kau, aku dan masing-masing keluargaku yang akan tahu sebelum kita beberkan pada dunia. Insya Allah….

Hati siapa yang tau ? Hanya aku dengan Allahku.

Terimakasih ya,, Jaga mamahmu.