Sahabat, itu yang dari dulu kita jadikan ikatan antara kita dalam menjalani hidup ini. Jika saja kau masih ingat ketika pertama kali kita menjadi sahabat, aku masih tak pernah menyangka bahwa semua akan berubah dalam waktu yang begitu cepat. Tetapi memang perlu untuk kita sadari bahwa angin bisa saja berubah arah dengan cepat, sama seperti hati kita yang tak pernah kita sangka akan membuat kita berubah. Hingga yang teman bisa lalu menjadi musuh dalam waktu cepat, dan yang musuh bisa saja menjadi teman dekat, begitu juga dengan sahabat yang kapanpun bisa mmenjadi lawan dan juga kapanpun bisa menjadi cinta.

Dewi, nama sahabatku. Yang biasa aku panggil "Dew", sahabat yang tak butuh waktu lama untukku mengenal dia. Yang biasa membuat aku seperti berada dalam dunia khayalku. Sahabat yang biasanya membuat aku tak bisa tidur, sahabat yang biasanya menemaniku dalam keadaan apapun dan sahabat yang bisa aku pahamai sejauh ini. Untukmu Dewi, aku minta maaf jika aku belum bisa memahamimu sepenuhnya.

Jika saja engkau tahu bahwa aku bukan tidak berusaha untuk memahamimu sepenuhnya, aku sudah berusaha semampuku sampai detik ini.

Dew, andai saja kau masih ingat waktu kita pertama kali menjadi sahabat, ketika engkau selalu tersenyum dan tak pernah meninggalkan senyum manismu itu, ke manapun dan di manapun kau berada. Dulu ketika kita pertama kali menjadi sahabat, kau pernah bilang bahwa kau sedang kasmaran. Tetapi naas kau tak bisa melanjutkan itu, aku tau itu dan aku tau semuanya darimu.

Andai saja waktu itu kau bisa melihat isi hatiku, bahwa aku benar benar ingin menjadi sahabatmu yang bisa menemanimu saat kau dalam keadaan apapun. Aku pernah berjanji terhadap diriku sendiri untuk selalu ada ketika kau butuh. Andai saja kau masih ingat arti sahabat yang pernah kita sepakati, bahwa best friend is like stars, we can't always see them but they will always there. Arti itu yang selalu membuat aku berjanji bahwa aku akan selalu ada untukmu.

Advertisement

Sampai detik ini aku masih sanggup untuk selalu ada untukmu. Tetapi semua sudah berubah Dew, dulu aku hanya ingin ada sebagai sahabatmu, sahabat terbaikmu. Tetapi kali ini aku selalu ada untukmu bukan lagi karena aku ingin jadi sahabat terbaikmu, tetapi karena semua berubah secepat angin. Kini aku merasa bahwa aku ingin menemanimu dan menjagamu sampai saat nafas ini berhenti.

Mau tidak mau aku harus jujur, suka tidak suka aku tetap harus jujur bahwa aku menyayangimu lebih dari sekedar sahabat. Andai saja kau tau sejak kapan aku merasakan itu, maka kau tak akan percaya semuanya. Karena semua berubah begitu cepat, dari aku yang ingin menjadi sahabat terbaik hingga aku yang takut kehilanganmu dan pada akhirnya aku menyayangimu seperti aku menyayangi diri aku sendiri. Aku mencintaimu Dew, sejak aku merasa nyaman bersamamu. Perasaan itu datang tanpa aku undang dan tumbuh secara tiba tiba.

Kau lihat saja ombak yang ada di lautan sana, adanya ombak karena adanya angin. Kau lihat perahu yang akan berlayar ke tengah samudera sana, mereka bisa sampai karena angin. Angin yang tak bisa kita lihat tetapi bisa kita rasakan dan bisa untuk kita nikmati.

Aku mencintaimu karena hati yang mendorongku, hati kecil ini berkata bahwa rasa yang ada untukmu adalah rasa cinta. Kata hati itu yang mengubah persahabatan ini menjadi kisah cintaku. Aku sangat berharap bahwa kau bisa menerimaku seperti kau bisa menerima orang lain dalam hatimu. Dari dulu hingga saat ini aku masih saja berharap besar darimu. Aku mungkin memang pernah membiarkanmu disakiti oleh orang lain. Dan memang mungkin saja aku harus minta maaf kepadamu jika itu yang kau inginkan, aku akan meminta maaf untuk itu.

Dew, ada satu hal yang ingin aku aku sampaikan kepadamu, bahwa mulai saat ini dan sampai nanti aku tak akan rela untuk melihatmu disakiti lagi. Hari ini kau boleh melihatku sebelah mata, karena kau pernah bilang bahwa semua lelaki itu sama. Tetapi satu hal harus kamu ambil dari pengalamanmu bahwa pada akhirnya yang tuluslah yang akan menjadi pemenang dan bukan yang modus.

Mungkin hari ini kau masih menganggapku seperti mereka sehingga kau masih belum membuka hatimu untukku. Aku terima itu, karena aku juga belum sepenuhnya mampu untuk memahamimu. Kamu harus tahu bahwa aku tak akan pernah menyerah dalam penantian ini, apapun yang terjadi. Karena lebih baik aku yang kamu sakiti untuk selamanya daripada aku harus melihatmu disakiti oleh orang lain.