Ini sudah lama sejak kita menjalankan semuanya masing-masing. Dan aku masih tetap di tempat yang sama, menunggumu. Bodoh memang, selalu mengharapkan kamu kembali ke pelukanku.

Jika kuingat-ingat lagi, dulu kamu sangat bersemangat dan berusaha sebisamu untuk mendapatkan hatiku. Moment-moment dimana kamu mendekatiku melewati Social Media, memperhatikanku dari jauh, mendekati teman-temanku agar aku bisa sedikit menengok padamu. Dan aku mulai simpati karena usahamu yang menunjukkan keseriusanmu.

Dari sekian lelaki yang mendekatiku, pada akhirnya aku memilihmu.

Pada awalnya, semua baik-baik saja. Aku selalu merasa nyaman saat bersamamu. Hingga sangat sulit bagiku mengakhiri pertemuan kita di hari itu. Kita senang melakukan hal-hal konyol. Pergi ke bioskop saat ada film yang kita sukai tayang. Makan semua makanan yang kita sukai, kapanpun dan dimanapun.

Aku ingat saat-saat pertama kau mengenalkan dirimu pada kedua orang tuaku. Aku sangat kagum padamu saat itu. Karena baru kamu lelaki yang berani mengenalkan dirinya pada orang tuaku. Jangankan begitu, untuk ke rumahku saja mereka tidak berani. Dan kamu melakukannya dengan caramu. Aku sangat bangga padamu.

Advertisement

Kita pernah mengalami masa-masa jenuh, dimana kita menjalani hubungan LDR karena kamu yang harus Kerja Praktik di luar kota dan kita sibuk dengan urusan masing-masing. Kita sama-sama jenuh akan keadaan yang begitu-begitu saja. Kurang lebih 2 bulan. Sampai akhirnya pada hari anniv ke-7 kamu mengungkapkan permintaan maafmu, dia menyesal karena sudah mencampakkanku dan terlalu sibuk dengan urusannya.

Aku ingat saat kau menyanyikan sebuah lagu yang kau kirim padaku, dan aku luluh sampai aku kembali lagi padamu. Kita menjalani kembali hubungan kita dengan lebih baik.

Sampai akhirnya kau memutuskan untuk meninggalkanku karena beberapa alasan yang tidak bisa ku sebutkan.

Aku selalu berpura-pura di hadapanmu, berusaha menunjukkan bahwa aku sudah bahagia tanpamu sekarang. Tapi jujur, ini sangat sulit untuk aku jalani. Aku tidak bisa membohongi diriku dan perasaanku. Kenangan tentangmu masih saja merekat di ingatanku sangat jelas meski ini sudah hampir 1 tahun setelah kita putus.

Maafkan aku yang selalu melihatmu dari jauh. Ijinkan aku untuk tetap mencintaimu dalam diam.

Bahagialah kamu dengan orang-orang pilihanmu, juga termasuk dia (wanita pilihanmu).

Jangan lupakan aku dan ingatlah aku sebagai orang yang pernah mengisi hari-harimu, dulu.

Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.

Dari Kepingan Masa Lalumu.