Teruntuk teman hidupku,

Tahukah kamu betapa Allah menyayangiku begitu dahsyatnya, aku di sini ditempa dengan berbagai pelajaran hidup yang aku lalui. Bagi sebagian orang mungkin itu menyebalkan, tapi bagiku itu pelajaran yang tak pernah bisa aku dapatkan di jenjang pendidikan manapun. Yang aku yakini itu caraNya agar aku bisa bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap menemanimu, kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun aku bisa merasa lebih baik setelahnya.

Sering aku bertanya, kenapa Allah mengujiku tepat dihatiku, bagian terapuh dari diriku. Dan aku tau jawabannya, "Dia tau bagaimana menuntunku agar aku senantiasa kembali mengingatNya, mencintaiNya, dan kelak aku harap kau bangga telah memilihku untuk menjadikanku teman hidupmu."

Kau tahu bagian yang paling aku nikmati? Adalah menjadi tempatmu berkeluh kesah tentang kehidupan yang sulit meskipun terkadang tidak bisa kita pahami. Aku bukan wanita yang sempurna, sungguh aku hanya wanita yang mencoba menikmati setiap detik dalam hidupku, karena aku yakin bahagia itu bisa tercipta melalui hal sederhana.

Y, dengan caraku bersyukur adalah bisa tersenyum atau bahkan tertawa meskipun dalam keadaan tersulit sekalipun, dan kuharap kelak itu yang kau butuhkan dariku saat kau ingin menyerah dengan keadaan, menghiburmu sambil menggenggam erat tanganmu dan berkata "semua akan bisa kita lewati, ini hanya caraNya saja agar kita tidak terlena dengan hal yang hanya sementara."

Advertisement

Kekuranganmu tak pernah aku abaikan, tapi bolehkah itu aku simpan untukku saja? Dan memilih untuk menghebatkanmu dan hatimu. Karena aku percaya tak akan ada orang yang tidak ingin hidupnya lebih baik, dan semoga kau mengijinkanku untuk menemanimu, berproses menjadi yang lebih baik.

Mungkin banyak wanita yang lebih dariku, ah rasanya sakit jika aku mengingat hal itu. Aku tak berambisi untuk lebih dari mereka, bukankah di atas langit masih ada langit? dan kurasa takkan ada habisnya. Aku hanya berusaha jadi yang terbaik untukNYa dan juga untukmu. Dan aku harap kau tetap memelukku meskipun kau tau begitu banyak kekuranganku sebagai seorang manusia.

Kelak jika Allah mengijinkan aku untuk menjadi teman hidupmu, maukah kita sama-sama berproses menjadi lebih baik dihadapanNya? maukah kau menggenggam erat tanganku dan anak kita untuk bisa bersama merasakan nikmat hingga syurgaNya? Bukankah tujuan akhir kita adalah kehidupan setelah ini?