Bagaimana kabarmu?

Masihkah bersembunyi menutup rapat rahasia nistamu di balik senyuman yang kau tebarkan?

Masihkah bahagia saat wanita lain di luar sana menangis saat kekasihnya tak lagi mencintainya seperti dulu?

Sudah puaskah dengan permainan kelamin yang kau rekam dalam ingatan-ingatan tembok yang menjadi singasana kebahagiaan orang lain? Bahagiakah kau ketika seseorang yang kau cintai teramat tak mengakuimu karena tidak ingin hubungan terdahulunya kandas?

Entahlah apa yang merasukimu. Pembenaran atas apapun yang kau lakukan nampaknya menjadi kitab suci perjalanan cintamu. Kau selalu menganggap, bahwa cinta tidak pernah salah. Kaupun menganggap kau bukanlah satu-satunya pendosa dalam kisah ini. Ya, kau mungkin benar. Ada lelaki di sana. Lelaki yang membuatmu hilang akal, membuatmu buta hingga tak lagi mengenali mana hitam mana putih. Kau dan lelaki itu, memiliki kesempatan untuk memilih. Apakah ini yang menjadi pilihanmu? Jika kau bisa putar-balikan waktu untuk memilih tidak, memilih untuk pergi dan mencari kebahagiaanmu sendiri, bukankah lelaki itu pun tak kan sanggup memaksamu untuk menjalani semua ini?

Advertisement

Mencintai seseorang tidak akan pernah salah, itu hakmu. Tapi untuk memiliki seutuhnya padahal kau tahu kenyataannya ada wanita lain di luar sana yang melingkarkan cincin masa depan dengan lelaki yang kau cintai itu, apakah bisa dibenarkan?