Maafkan atas kelancanganku yang telah dengan sengaja mencoba hadir diantara genggaman tangan kalian dan memporak porandakan mimpi yang sedang kalian perjuangkan.

Harusnya aku sadar diri dan pergi

Harusnya aku tidak sekeras kepala ini

Namun rasa nyaman bersamanya melampaui akal sehatku. Semakin lama aku tidak bisa melepaskan diri apalagi menjauh. Dengannya kudapat kebahagiaan yang selama ini aku cari. Walaupun hal itu tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran terhadap tindakanku, karena aku memang bersalah dalam hal ini. Tapi bukankah kita tidak dapat memilih kapan dan dengan siapa untuk menjatuhkan hati?

Aku menyayanginya dan sangat-sangat menginginkannya. Rasa inginku padanya bukan seperti rasa ingin seorang anak kecil yang menginginkan es krim atau mainan, yang kemudian akan segera lupa setelah mendapatkannya. Bukan, rasa inginku lebih dari itu..

Aku menginginkannya hingga terus menerus

kupinta pada Tuhan disepertiga malamku

Advertisement

Aku menginginkannya dengan sungguh-sungguh, walaupun tidak pernah kuucapkan padanya. Tapi walaupun begitu, aku tidak ingin menyakitimu sedikitpun. Terlebih dia. Percayalah aku ingin melihat kalian bahagia. Entah bagaimana caranya…

Aku sangat iri padamu…

Yang bisa setiap waktu memandangi setiap detail lekuk wajahnya, tanpa harus takut waktu akan berlalu begitu cepat dan selalu tidak pernah cukup. Atau bisa kapan pun memeluk sambil mendengar detak jantungnya setiap saat kamu menginginkannya. Atau menciumi wangi aroma tubuhnya, aroma yang khas dan pelukan hangat yang selalu menenangkan. Juga mendengar suara gelak tawanya yang selalu tidak pernah bosan kurindukan. Ah…Sungguh beruntung sekali dirimu. Dan ketahuilah, tempatmu adalah hal yang sangat kuharapkan saat ini.

Sekali lagi, maafkan aku yang begitu menginginkannya

Jika saja kau mau berbaik hati memberikan kesempatan padaku, aku berjanji takkan kubiarkan sedikitpun dia bersedih dan terluka. Akan kubuat dia selalu tersenyum dan bahagia. Akan kurawat hatinya dengan sangat baik, sehingga tidak ada lagi yang perlu kau khawatirkan. Akan kupastikan dia baik-baik saja bersamaku. Jadi, apakah boleh dia untukku saja?