#Kamu, pemberi gelar tanpa alasan…

Aku tidak pernah ingin mendapatkan gelar PHP darimu. Seperti yang pernah kamu katakan padaku, “Kamu laki-laki. Seharusnya kalau kamu memang mencintai dia, ungkapkan langsung padanya. Jangan bertingkah seperti pengecut !”

Kamu benar. Aku memang pengecut yang lari dari perasaanku. Tapi sayangnya, kamu mengatakan hal itu hanya sebagai kebanyakan wanita yang selalu merasa tergantungkan perasaannya. Bukan sebagai seorang rekan yang mengerti bagaimana rekannya. Bukankah kamu hobi menulis ? kenapa tidak kamu gunakan saja imajinasimu menerawang alasanku ?

Iya, banyak laki-laki di luar sana yang memang sengaja memberi harapan palsu hanya untuk dijadikan pertunjukan belaka. Tapi catat satu hal : TIDAK semua laki-laki ! Kamu terlalu cerewet menanyakan ini dan itu. Tidak peka dengan banyaknya perbedaan di antara laki-laki dan perempuan.

Bisakah kamu tidak usah seenaknya memberiku gelar “pengecut” ? semua orang juga tau, bukan hanya wanita yang punya perasaan, laki-laki juga punya. Apalagi jika itu menyangkut keberaniannya yang kamu ragukan bahkan kamu istilahkan dengan “pengecut”. Harusnya kamu sadar, kamu bukan hakim yang bisa mengadiliku seenaknya.

Advertisement

Seandainya aku menjawab pertanyaanmu, apa itu akan membuatmu mengerti ? Kamu hanya ingin tau alasannya, bukan ?

karena aku takut ditolak. Haha… lucu, bukan ? kamu pasti sakit perut dengan alasanku.

Aku tidak berniat membuat lelucon yang bisa seenaknya kamu tertawakan. Itu fakta. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana gentarnya seorang lelaki sejati mengungkapkan perasaannya, dan bagaimana sakitnya ditolak oleh seseorang yang kamu cintai. Tentu saja, karena memang kamu terlahir sebagai wanita. Bukan sebagai seorang laki-laki yang harus siap dengan kenyataan perasaannya.

Bukan hanya itu, aku juga takut perasaan yang aku ungkapkan akan merusak segalanya. Sekarang begini saja, bagaimana jika seandainya wanita yang ku cintai itu adalah kamu ? apa iya, kamu akan langsung menerima perasaanku begitu saja? Pastinya iya jika kamu memang punya rasa yang sama denganku. Tapi bagaimana jika sebaliknya ? sudah pasti kamu siapkan berbagai alasan untuk menolaknya. Atau mungkin kamu hempaskan begitu saja. Mana lebih baik, disebut pengecut dengan alasan terhormat atau dipermalukan dengan sadis ?