sejujurnya aku masih ragu. Apa yang membawamu kembali padaku setelah kemarin kau sempat pergi meninggalkanku demi dirinya yang menurutmu lebih sempurna dariku?

Sejujurnya aku ragu untuk mengulang kisah lagi denganmu, memberikan hatiku lagi untukmu. Yang meskipun tanpa kau tahu hati ini memang selalu menunggumu untuk kembali

Namun ketakutan itu selalu muncul dari dalam diri, mengusik hati yang mulai merasakan nyaman lagi, menyadarkan diri bahwa bukan tidak mungkin kau mengulang segalanya lagi

Maukah kau berjanji sayang? Bisakah kau setia hanya pada satu wanita seperti halnya aku yang selalu setia hanya kepadamu? Bisakah kau berkomitmen untuk tidak mengulangi semua kesalahanmu dulu? Bisakah kau menjajikan hal itu sayang? Tidak hanya padaku namun juga pada Tuhan, apakah kau berani seperti aku yang berani untuk mengucap janji pada Tuhan disela sela doaku disetiap malam.

Aku memberikanmu kesempatan itu lagi meskipun hati ini tida sepenuhnya yakin padamu, kau terlalu abstrak untuk kubaca. Semoga, kesempatan yang kuberikan lagi tidak kau gunakan untuk menghancurkanku lagi seperti sebelumnya, kau tak akan pernah bisa membayangkan sakitnya sayang, tak akan pernah bisa.apakah aku harus berlaku sepertimu dulu agar kau bisa memahami perasaanku? Andai aku bisa berlaku seperti itu, aku pasti telah melakukannya, namun apa yang dapat kulakukan, aku hanya tetap berada disini tak perduli akan semua perbuatanmu yang bahakan dengan sadar menyakitiku. Aku hanya terlalu mencintaimu.