Hai, seseorang !
Apa kabarmu?
Pernahkah kau terfikir bagaimana dengan kondisi hatiku?
Tidakkah kau merasakan rasaku saat ini?

Kau telah pergi dari hidupku, tanpa ada penjelasan yang tak dapat ku mengerti. Beribu tanya yang ingin ku tanyakan kepadamu. Namu apa daya, jika kamu pun pergi begitu saja. Di saat hati ini memilihmu untuk menjadi penghuninya, justru kamu pun enggan untuk singgah dan menetap.

Kamu memilih untuk angkat kaki dan pergi meninggalkan luka yang sangat perih. Mungkin tidak sesederhana yang kau fikirkan untuk menyembuhkannya. Ini membutukkan proses dan waktu yang masih belum ku ketahui. Seandainya nanti akan sembuh, namun bekasnya masih tertinggal bukan?

Diri ini sadar, berada di sampingku membuatmu tak nyaman. Aku pun tak mampu menjadi sesuatu yang terbaik bagimu. Aku tak bisa menjadi sesuatu yang dapat kau andalkan, banyak hal yang tak dapat ku lakukan untukmu. Sehingga pada akhirnya kau memilih untuk pergi.

Namun setidaknya kamu mampu merasakan cinta yang ku miliki untukmu. Kasih sayang yang telah ku berikan untukmu dan itu pun hanya untukmu.

Advertisement

Betapa hati ini tidak hancur, di saat kau tak lagi disampingku. Menahan sakitnya sendiri, menyembunyikan tangis dan menyimpan rasa sedihnya. Terasa sesak dan teramat sesak. Ingin kulari saja dan meninggalkan tempat di mana kita dipertemukan,

Melupakan segala sesuatunya yang berkaitan tentang kamu dan semua tentang kamu. Aku tidak membenci, namun lebih tepatnya kecewa dan kamulah yang membuat hidupku hancur. Puaskah kamu?

Pergilah kau, bawalah semua rasa bersalahmu. Aku di sini berusaha untuk tetap tegar dan melanjutkan hidup. Terbiasa tanpamu, menghapus semua yang telah terukur, itulah caranya yang terbaik, untuk tetap bertahan.