Banyak orang mengatakan bahkan ketika mengambil keputusan entah itu besar atau kecil harus menimbangnya dahulu sebelum dijalankan. Memang benar karena kita pun tidak mau terjerumus dalam kegagalan karena kita tidak merencanakan nya dengan matang.

Dihadapkan dengan masalah kita selalu bilang, “Aku pikirkan dahulu ya”. Dihadapkan dengan pilihan kita selalu perlu waktu yang biasanya cukup lama untuk melihat apa saja kesempatan yang bisa kita dapat dan kerugian apa saja yang bisa timbul dari tiap-tiap pilihan yang diberikan.

Tidak kah kamu lihat bahwa semua itu dilandaskan dengan pola yang sama? Yaitu penundaan kesempatan di depan mata, terlalu bingung dan terlalu takut akan pilihan yang diberikan.

Pernahkah kamu mendengar seseorang pernah berkata seperti ini, jika kamu dihadapkan dengan pilihan, maka lemparlah koin. Ini bukan tentang sebuah gambling dalam menentukan pilihan atau membiarkan sebuah koin yang menentukan nasib mu ke depan, tetapi pada saat koin itu di udara kamu menyadari apa pilihan yang sebenarnya kamu inginkan dengan mengharapkan koin itu akan jatuh di sisi yang kamu inginkan.

Lalu sama saja ketika kamu sedang dalam proses penimbangan pilihan tersebut, secara tidak sengaja dalam menganalisa tiap opsi, kamu memberi bobot lebih ke dalam opsi yang secara tidak sadar kamu sudah inginkan di awal. Apakah proses analisa opsi ini sah jika alam bawah sadarmu secara emosional ikut andil bukannya malah data statistik yang berbicara?

Advertisement

Apalah arti dari sebuah data jika kamu sudah menentukan pilihanmu sendiri?

Karena ada elemen-elemen yang sebenarnya tidak bisa kita timbang. Kalau begitu berarti spontanitas adalah jalan nya. Pada dasarnya ketika kita memikirkan dan menimbang-nimbang pilihan, kita malah menjauhkan pilihan yang sebenarnya adalah pilihan yang tepat bagi kita.

Kenapa? TIdak lain dan tidak bukan adalah karena kita terlalu overthinking terhadap suatu masalah. Overthinking ini menyebabkan kita membuat skenario yang seolah-olah nyata padahal itu karena hasil dari kita terlalu banyak berpikir.

Kenapa tidak kita berpikir 2 menit dan langsung mengiyakan saja? Bukankah dengan begitu hidup mu terasa lebih asik dan menyenangkan? Kamu akan terbawa dalam suasana yang belum pernah kamu alami, bukankah esensi dari berkembang adalah keluar dari zona nyaman?

Ketika temanmu mengajak ke suatu acara atau tempat, langsung katakan, “Ya”. Ketika bos mu memberi tantangan dalam pekerjaan mu, langsung katakan, “Ya”. Ketika ada sebuah komunitas atau pameran yang belum pernah kamu hadiri, langsung katakan, “Ya, aku akan hadir”.

Jangan terlalu menahan diri terhadap sesuatu yang belum kita tahu. Tak semua yang kita tidak tahu itu buruk dan salah, hanya pengetahuan kita yang terbatas dan asumsi itu tidak ada batas nya.

Don’t make choices, let choices make you.