Hari selalu menawarkan warna yang berbeda. Hitam dengan senyum palsu, putih dengan ketulusan tanpa ragu, abu-abu yang penuh senyum namun kontras dengan pilu, dan jingga yang memberi tawa tanpa perlu banyak tanda tanya, bagai senja dengan gelap terang yang hampir tak ada bedanya.

Malam menjelang dan warna pun berubah. sejenak ku sandarkan lelah ku, berharap warna hari ini tak muncul lagi esok.

Tanpa sengaja ku lihat potret mu terhias rapi pada frame dengan ukiran klasik berwarna coklat. Tersenyum menyapaku dan bertanya tentang hari dan warna yang bisa ku nikmati. Tak kuasa aku diam, senyummu memaksa ku bicara, karena senyum mu melekat hingga membuat hatiku tertutup rapat.

Lelah ku pudar seketika, hitam yang hampir menjerat berubah menjadi merah penuh semangat. ku pandangi potret dirimu berulang kali. Jemari ku mulai menelusuri gari-garis senyummu, sambil tersenyum aku pun bicara,

"Hai Rindu, hari ini melelahkan, banyak warna yang kunikmati bahkan dengan cara yang salah. tak seperti saat itu, saat kau dan aku menikmati warna merah muda yang sama dikala senyum ku kau balas"

Advertisement

Ingin rasanya aku menikmati malam ini denganmu. Memelukmu bagai oranye yang memberikan kehangatan dalam setiap dekap penuh cinta. Meski tak sampai inginku namun aku percaya bahwa kau ada disetiap alunan nada angin malam yang berbisik hingga membalut raga. Dengan penuh kelembutan dan kasih sayang pada mu yang tak pernah bersyarat dan masih sama seperti beberapa tahun lalu, Disini, tepat dihatiku, semua tentangmu masih tetap merah muda yang belum berubah menjadi pucat atau bahkan gemerlap layaknya mendung dilangit sore yang kelam.

Malam ini aku ingin kau tertidur lelap, tanpa perlu berdoa untuk bermimpi indah. karena aku mendekapmu dengan biru yang tak ada habisnya. itu adalah alasan agar aku dapat menghiasi harimu dengan penuh warna-warna baru. (D)